Rambo Nagan Minta Perlindungan ke DPRA

Rambo (50), pria asal Nagan Raya yang viral melalui potongan video yang menantang kelompok bersebo

Rambo Nagan Minta Perlindungan ke DPRA
irwanto (50) alias Rambo Nagan (dua dari kiri) mendatangi Komisi I DPRA, Kamis (6/9/2018). Kedatangan Rambo Nagan ini untuk meminta perlindungan hukum dan politik kepada DPRA terkait video viral yang dibuatnya beberapa waktu lalu. SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Rambo (50), pria asal Nagan Raya yang viral melalui potongan video yang menantang kelompok bersebo yang ingin menggagalkan deklarasi #2019GantiPresiden menyambangi Komisi I DPRA pada Kamis (6/9).

Pria yang memiliki nama asli Nirmanto itu meminta perlindungan hukum dan politik kepada dewan karena selama ini dirinya merasa khawatir dan takut setelah dipanggil polisi akibat videonya itu.

Kedatangan Rambo disambut Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cage bersama sejumlah anggota komisi. Rambo didampingi kuasa hukumnya, Mukhlis Mukhtar SH serta Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia Deklarasi #2019GantiPresiden, Fazil dan Muhammad Balia.

Dalam pertemuan itu, Rambo menceritakan kronologis pembuatan video yang menantang kelompok bersebo yang juga viral di media sosial setelah meminta deklarasi #2019GantiPresiden tidak dilaksanakan di Aceh. Video itu dibuat secara spontanitas dan tanpa ada permintaan dari pihak manapun.

Dalam potongan video itu, Rambo yang tidak menggenakan baju meminta kelompok bersebo agar tidak menggagalkan deklarasi Ganti Presiden di Aceh. Jika berani menggagalkan, Rambo meminta kelompok bersebo tersebut untuk menghadapinya dulu.

Akibat video tersebut, Rambo harus berurusan dengan polisi. Menurut Rambo, polisi memintanya membuat video klarifikasi seraya menyampaikan permintaan maaf karena menurut polisi video itu telah menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), namun ditolak oleh Rambo karena tidak sesuai dengan keinginannya.

Karena tidak mau, kata Rambo, polisi tidak memaksanya tapi hanya mengatakan pada dirinya “Kalau nggak bersedia ya sudah, lihat nanti.” Pernyataan itulah yang membuat Rambo merasa takut dan khawatir akan keselamatan.

Akhirnya, dia yang didampingi kuasa hukumnya meminta perlindungan hukum kepada anggota Komisi I DPRA agar dirinya tidak diproses hukum. Sebab, dengan kejadian itu dirinya tidak bisa bekerja sebagaimana biasanya untuk menafkahi keluarganya.

“Saya hari ini (kemarin) rencana mau pulang (ke Nagan Raya), sudah saya bilang ke istri saya. Tapi tiba-tiba dapat telpon dari teman saya di kampung yang meminta kalau bisa jangan pulang dulu, karena bolak balik mobil bergantian (datang ke rumah) untuk nanyanin saya,” katanya.

Terkait hal itu, Ketua Komisi I DPRA Azhari Cage menyampaikan dalam waktu dekat akan memanggil pihak Polda Aceh untuk membahas masalah ini. Dia juga meminta Polda memberikan perlindungan hukum kepada Rambo agar dia bisa kembali ke keluarganya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help