Delapan SD Ikut Workshop Guru Inklusif

Sebanyak 40 peserta dari delapan sekolah dasar (SD) di Aceh Besar mengikuti sosialisasi dan workshop peningkatan kapasitas guru

Delapan SD Ikut Workshop Guru Inklusif
Dr Silahuddin

BANDA ACEH - Sebanyak 40 peserta dari delapan sekolah dasar (SD) di Aceh Besar mengikuti sosialisasi dan workshop peningkatan kapasitas guru pendidikan inklusif. Kegiatan yang dilaksanakan SDN Cot Meuraja dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai 7-9 September di Gedung Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) Blang Bintang itu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Besar, Dr Silahuddin MAg. Turut hadir, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Aceh Besar, Agus Jumaidi SPd dan Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan, Fakhriadi SPd.

Pada kesempatan itu, Kadisdikbud menekankan, untuk mendapatkan pendidikan harus merata, tanpa memandang strata dan keadaan fisik maupun psikis, serta proses mendapatkannya pun harus sesuai aturan dan tidak diskriminatif. “Untuk itu, perlu adanya kegiatan sosialisasi dan workshop seperti ini agar para guru makin terampil menemukan keberagaman peserta didik dan membinanya secara adil tanpa membeda-bedakan,” tegasnya.

“Ke depan, kita akan programkan kegiatan Trainer of Trainer (ToT) lebih banyak lagi, khusus tentang pendidikan inklusif dan kita lakukan secara kontinyu serta sistematis, “ ujar Silahuddin. “Untuk hasil yang maksimal, ke depan dalam menjalankan kegiatan ini diupayakan dengan pelibatan banyak unsur, di antaranya Majelis Pendidikan Daerah (MPD) dan unsur masyarakat lainnya, supaya lebih variatif untuk hasil yang lebih terukur dan terprogram,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ardiansyah SPd yang juga Kepala SDN Cot Meuraja menyebutkan, sosialisasi dan workshop peningkatan kapasitas guru inklusif itu diikuti oleh 40 peserta dari delapan sekolah, terdiri dari kepala sekolah dan guru, dengan menghadirkan narasumber Drs Irham Maulana MPd dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan konsep pendidikan inklusif serta strategi implementasinya kepada sekolah penyelenggara dan pemangku kepentingan lainnya,” jelas Ardiansyah.

“Dengan kegiatan ini, para peserta mendapat pengetahuan tentang inklusif sehingga para peserta mampu menemukan dan mengenali keberagaman peserta didik, sehingga tidak salah konsep dalam membedakan peserta didik yang berkebutuhan khusus,” tandasnya.(pon/rel)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help