Disbudpar Sosialisasi Pengelolaan Budaya Lokal

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mengadakan sosialisasi pengelolaan kekayaan budaya lokal daerah

Disbudpar Sosialisasi  Pengelolaan Budaya Lokal
Rumah adat di Desa Wisata Lubok Sukon 

BANDA ACEH - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mengadakan sosialisasi pengelolaan kekayaan budaya lokal daerah. Acara yang mengangkat tema ‘menambang uang dari objek wisata sejarah di Aceh’ itu bekerja sama dengan Forum Aceh Menulis (FAMe) dan berlangsung di Aula Museum Negeri Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/9).

“Penting bagi guide (pemandu) untuk mengetahui sejarah, bagaimana ia menjadikan situs sejarah dan mengaitkannya dengan asal wisatawan untuk membangun hubungan emosional,” papar pemerhati sejarah yang juga dosen Hukum Adat dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr M Adli Abdullah saat menjadi narasumber.

Selain sebagai dosen, Adli sebelumnya juga pernah menjadi guide dan panglima laot. Acara tersebut juga menghadirkan Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar, Irmayani dan timnya, Alfian, serta Koordinator FAMe, Yarmen Dinamika sebagai pembanding. Peserta acara dihadiri oleh sekitar 50-an orang yang terdiri atas guide, penulis, blogger, stemian, jurnalis, pelajar.

Terkait dengan budaya lokal, Adli mencontohkan keberadaan Gunongan yang merupakan persembahan cinta Sultan Iskandar Muda kepada permasurinya yang berasal dari Pahang, Malaysia. Objek wisata sejarah tersebut menurut Adli, sangat diminati oleh wisatawan negeri jiran itu dan bisa menjadi salah satu daya tarik wisata Aceh. Di sisi lain, Kerajaan Aceh Darussalam juga pernah melakukan ekspansi dan berhasil menaklukkan salah satu negara bagian Malaysia yaitu, Perlis.

“Berdasarkan asal negara, wisatawan asing yang paling banyak melawat ke Aceh berasal dari Malaysia. Selain Malasyia, Aceh juga mempunyai hubungan sejarah dan emosional dengan Belanda, Jepang, dan Portugis dan ini juga berpotensi untuk digarap,” papar Yarmen Dinamika yang juga Redpel Harian Serambi Indonesia.

Ia menyebukan, berdasarkan data yang bersumber dari Disbudpar tahun 2017, jumlah objek wisata di Aceh mencapai 803 titik dengan situs cagar budaya 774 buah. Sementara jumlah pemandu wisata (guide) sebanyak 250 orang dengan jumlah kelompok wisata sebanyak 97 kelompok. Adapun sejak tahun 2012, tren kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.(rul)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved