Ibu-ibu di Abdya Keluhkan ‘Pedasnya’ Harga Cabe Rawit, Melonjak Hingga Dua Kali Lipat

Harga bahan kebutuhan yang masih tinggi adalah telur ayam berkisar antara Rp 40.000 sampai Rp 42.000 per papan (isi 30 butir).

Ibu-ibu di Abdya Keluhkan ‘Pedasnya’ Harga Cabe Rawit, Melonjak Hingga Dua Kali Lipat
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Pedagang menjual cabai dan bawang di Pasar Sayur Peunayong, Banda Aceh. 

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ibu-ibu rumah tangga mengeluhkan tingginya harga cabe rawit di Pasar Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Harga cabe kecil ini mulai terasa ‘pedas’ sejak beberapa hari belakangan, bersamaan dengan mulai loyonya nilai tukar rupiah.

Pantauan Serambinews.com, Sabtu (8/9/2018) pagi, cabe rawit di pasar tradisional berlokasi di Desa Meudang Ara, Blangpidie, mencapai Rp 45.000 per kg (untuk cabe rawit lokal) dan Rp 40.000 per kg cabe rawit yang dipasok dari Sumut.

“Biasanya, cabe rawit dijual Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per kg,” kata Kak Mah, warga Blangpidie kepada Serambinews.com, Sabtu (8/9/2018).

(Dollar Naik, Pasar Ekspor Kopi Masih Sepi)

(Harga Komoditi Ekspor Abdya tak Meningkat, Padahal Nilai Tukar Dollar AS Terus Menguat)

Diperoleh informasi dari pedagang setempat, harga cabe rawit mengalami kenaikan cukup tajam selama beberapa hari belakangan disebabkan naik harga tebus di Sumut.

Sedangkan stok cabe rawit lokal sangat terbatas di tingkat petani setempat.

Harga bahan kebutuhan yang masih tinggi adalah telur ayam berkisar antara Rp 40.000 sampai Rp 42.000 per papan (isi 30 butir).

Sementara hanga bahan sayur-sayuran yang sangat stabil di Pasar Blangpidie adalah cabe merah Rp 25.000 per kg, bawang merah Rp 25.000 per kg, tomat Rp 8.000 per kg dan kentang Rp 9.000.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help