Home »

Opini

Opini

Menggagas PKA di Perbatasan

PEKAN Kebudayaan Aceh (PKA) VII yang berlangsung pada 5-15 Agustus 2018 di Banda Aceh, baru selesai dihelat

Menggagas PKA di Perbatasan
SERAMBITV.COM
Peserta lomba musik garapan kreasi Aceh, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 7 Tahun 2018, di komplek Taman Seni Budaya, Banda Aceh. 

Untuk pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, misalnya, bisa digunakan metode retelling atau menceritakan kembali apa yang pernah disaksikan para siswa sekaligus menumbuhkan afeksi mereka terhadap produk budaya. Hal ini bermanfaat bagi perkembangan mental mereka. Apalagi di sekolah biasanya hanya didengar dari apa yang dikatakan guru, yang tidak semua anak mampu membayangkan wujud atau konsepnya.

Dengan cara demikian, anak-anak bukan hanya memperoleh ilmu pengetahuan yang bersifat kognitif, tetapi juga membangun afektif dan psikomotorik mereka. Anak-anak menjadi tahu segala peninggalan nenek moyangnya, yang mungkin sebahagiannya sudah tak lagi digunakan di zaman sekarang. Atau peninggalan-peninggalan itu masih digunakan, tetapi sudah dimodifikasi sedimikian, sehingga menghilangkan unsur sejarahnya.

Kelima, kawasan PKA tersebut bisa mendongkrak pendapatan masyarakat setempat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Di samping menjual hasil budaya atau kreativitas masyarakat, juga bisa dijual kebutuhan-kebutuhan para penyinggah. Masyarakat setempat diberikan hak untuk berbisnis di sana, tetapi dengan syarat atau batasan tertentu. Tidak boleh seseorang yang berdagang di sana secara berlebihan, karena meniadakan kesempatan bagi anggota masyarakat yang lain. Di sana juga dibutuhkan para penuntun (guide) tamu, kehadiran sejumlah pihak keamanan dan kebersihan.

Cara yang lebih kurang sama pernah saya lihat di sejumlah perbatasan negara bagian di Amerika Serikat. Di setiap perbatasan negara bagiannya didirikan tempat-tempat istirahat dengan hamparan lapangan berumput yang menghijau. Juga ada toko-toko yang menjual makanan dan sejumlah kerajinan khas masyarakat setempat. Kami dulu sewaktu kuliah di AS melakukan interstate trip (perjalanan antarnegara bagian), singgah di tempat-tempat peristirahatan tersebut untuk menikmati makan dan membeli oleh-oleh khas negara bagian tersebut. Ketika memasuki negara bagian Oklahoma, misalnya, akan bisa dijumpai produk budaya masyarakat Indian, suku asli Amerika.

Evaluasi dan apresiasi
PKA ini juga perlu diapresiasi dan dievaluasi secara berkala oleh dinas pemerintah provinsi. Misalnya, PKA perbatasan ini dievaluasi untuk ditingkatkan efektivitasnya dalam mewujudkan tujuan-tujuannya sekaligus diapresiasi setahun sekali dengan memberikan hadiah-hadiah untuk kawasan PKA yang berkualitas bagus.

Sejumlah kriteria bisa ditetapkan, misalnya, penglibatan masyarakat, standar kebersihan, standar keasrian, pelayanan terhadap masyarakat, kepedulian terhadap produk budaya, kreativitas, jumlah pengunjung, dan lain-lain. Hal ini akan mendorong pengelola PKA tersebut untuk lebih kreatif dan punya komitmen untuk kemajuan.

Akhirnya, kita harapkan gagasan bisa diwujudkan oleh pemerintah agar fungsi-fungsi tersebut bisa diperoleh. Dengan kata lain, jika diwujudkan, PKA akan meraih fungsi konservasi budaya-budaya di Aceh, fungsi edukasi bagi pelajar, fungsi peningkatan ekonomi masyarakat, fungsi pengungkit kreativitas, fungsi partisipasi masyarakat dalam pembangunan, dan fungsi-fungsi lain.

Dr. Jarjani Usman, M.Sc., M.S., Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Email: jarjani@gmail.com

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help