Proses Adminduk di Disdukcapil Kembali Lancar

Bupati Bireuen, H Saifannur SSos menetapkan Syahniar SSos sebagai Pelaksana tugas Kepala Dinas Kependudukan

Proses Adminduk di Disdukcapil Kembali Lancar
SERAMBI/FERIZAL HASAN
Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bireuen, melayani masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan, Jumat (7/9). SERAMBI/FERIZAL HASAN 

BIREUEN - Bupati Bireuen, H Saifannur SSos menetapkan Syahniar SSos sebagai Pelaksana tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), menggantikan Drs M Jafar Madjid yang mengundurkan diri akhir Agustus lalu. Syahniar sendiri selama ini menjabat sebagai Sekretaris Disdukcapil.

Sekdakab Bireuen, Ir Zulifly SP kepada Serambi, Jumat (7/9), mengatakan, dengan telah adanya pelaksana tugas, maka kendala proses administrasi kependudukan mulai dari akta kelahiran dan berbagai surat lainnya yang sempat dikeluhkan sejumlah warga beberapa waktu lalu, karena tidak ada pejabat yang menandatangani, kini mulai teratasi. Disebutkan Sekda, proses penetapan plt untuk Disdukcapil, selain disahkan oleh Bupati Bireuen juga harus mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Beda dengan dinas atau badan lainnya, di mana ketika pejabat definitif kosong, maka langsung ditangani Plt. Sedangkan Disdukcapil menyangkut data kependudukan dan lainnya, maka harus mendapat pengesahan Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Amatan Serambi di Disdukcapil Bireuen, Jumat kemarin, ratusan orang mengurus akta kelahiran, akta kematian, dan keperluan lainnya, termasuk proses cetak KTP elektronik. Banyaknya warga berhubungan dengan Disdukcapil dalam seminggu terakhir, karena untuk mengurus surat akte kematian yang diperlukan bagi siswa dalam proses menerima bantuan anak yatim. Dulunya, setiap anak yatim apabila tidak ada akte kematian orang tuanya cukup melampirkan surat keterangan dari kepala desa. Tapi, sejak tahun ajaran sekarang, mereka diharuskan melampirkan akta kematian orang tuanya.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen, Irfan MPd kepada Serambi membenarkan, mulai tahun ini bagi anak yatim yang memperoleh bantuan dana sumber APBA, diharuskan melampirkan akte kematian orang dua. Ketentuan itu dikeluarkan oleh dinas terkait tingkat Provinsi Aceh. Sedangkan daerah hanya menindaklanjuti dan menyampaikan ke masing-masing sekolah untuk mengikuti petunjuk tersebut.(yus)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help