Polisi Gagas Diversi

Penyidik Polres Lhokseumawe menggagas dan mengupayakan diversi (peralihan proses) untuk penyelesaian

Polisi Gagas Diversi
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Selesaikan Kasus Dugaan Siswa Pukul Guru

LHOKSEUMAWE – Penyidik Polres Lhokseumawe menggagas dan mengupayakan diversi (peralihan proses) untuk penyelesaian kasus dugaan pemukulan oleh seorang siswa terhadap gurunya yang terjadi beberapa waktu lalu di SMA Negeri 3 Lhokseumawe. Upaya diversi ini sesuai dengan amanah UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Diversi sendiri adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rahmawati, guru SMA Negeri 3 Lhokseumawe diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh siswanya sendiri. Insiden itu terjadi pada Sabtu (4/8). Dugaan kekerasan ini berawal saat oknum siswa kelas 2 (terlapor) tidak membawa buku ke dalam kelas yang seharusnya bisa dipinjamkan dari perpustakan. Alasannya, oknum siswa itu tidak bisa meminjam buku lagi di perpustakaan dikarenakan buku yang dipinjam sebelumnya belum dikembalikan. Sehingga, Ibu Rahmawati selaku wali kelas menyuruh siswa tersebut untuk melapor ke perpustakan.

Oknum siswa itu pun kemudian keluar dari kelas, tapi tidak ke perpustakaan, namun malah menuju ke sebuah ruangan yang kosong untuk tidur. Mengetahui tingkah siswanya tersebut, maka Ibu Rahmawati meminta siswa lain untuk memanggil oknum siswa ini. Saat siswa itu kembali dalam kelas, maka terjadi insiden pemukulan. Efeknya, Rahmawati pun harus berbaring di rumahnya selama beberapa pekan. Selanjutnya, kasus ini pun dilaporkan ke Polres Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, sebenarnya penyidik telah memintai keterangan sejumlah pihak untuk mengungkap kasus ini. Namun begitu, karena melibatkan anak-anak, ujarnya, maka pihak kepolisian akan mengutamakan upaya diversi untuk menyelesaikan kasus tersebut. “Kita lakukan diversi ini dikarenakan terlapor adalah anak di bawah umur. Diversi akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” pungkas Iptu Riski.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Lhokseumawe, Djakfar memastikan, kalau sampai saat ini kasus tersebut belum berakhir damai. Untuk siswa yang menjadi terlapor, terangnya, sampai sekarang tidak pernah muncul lagi di sekolah. Sedangkan Ibu Rahmawati sendiri, beber Djakfar, memang sudah bisa berjalan, tapi belum kembali mengajar. “Selaku kepala sekolah, saya sudah berupaya agar bisa selesai secara damai, tapi sejauh ini belum ada titik temu,” demikian Djakfar.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved