Polisi Segera Rekonstruksi Pembunuhan Bripka Faisal

Penyidik Reskrim Polres Aceh Utara dalam waktu dekat akan melakukan rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan

Polisi Segera Rekonstruksi Pembunuhan Bripka Faisal
Personel Polres Aceh Utara membawa jenazah Brigadir Faisal dalam upacara pelepasan sebelum dibawa pulang ke kampung halaman 

LHOKSUKON – Penyidik Reskrim Polres Aceh Utara dalam waktu dekat akan melakukan rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan terhadap Bripka Anurmerta Faisal, personel Reskrim Polres setempat di lokasi kejadian. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana peran masing-masing dari tujuh komplotan bajak laut yang menganiaya kemudian menembak Faisal hingga tewas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bripka Faisal ditemukan sudah meninggal dunia di kawasan pantai Desa Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara pada Minggu (25/8) sekira pukul 03.00 WIB. Belakangan terungkap, Faisal dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senjata api (senpi) jenis pistol revolver milik korban sendiri yang dirampas Muktar Midi (31), anggota komplotan bajak laut asal Desa Pulo U, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

“Untuk mengungkap bagaimana kronologis kejadian dan peran dari masing-masing anggota komplotan tersebut, maka penyidik akan menggelar reka ulang dalam waktu dekat di lokasi kejadian. Sekarang dalam proses persiapan,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Reskrim Iptu Refki Kholiddiansyah kepada Serambi, Sabtu (8/9) kemarin.

Dengan reka ulang tersebut, jelasnya, akan semakin terang bagaimana fakta dan krnologis kejadian tersebut. Selain itu, rekonstruksi juga untuk mengungkap fakta baru yang mungkin belum terungkap saat tersangka memberikan keterangan kepada polisi. “Kita juga akan undang jaksa, pengacara terdakwa, dan juga keluarga dari korban,” ucap Kasat Reskrim.

Disebutkan dia, ketiga tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres Aceh Utara untuk menjalani pemeriksaan. Para pelaku juga sedang dipersiapkan untuk memerankan aksinya masing-masing saat reka ulang. Ketiganya adalah, Muktar, M Arief Munandar alias Arep (18), warga Desa Sungai Pawoh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, dan Darwin (32), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur.

Sedangkan dua dari tujuh komplotan itu sudah tewas yakni, Zulkifli (33), pimpinan komplotan bajak laut asal Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur (tewas saat penangkapan), dan Samsul alias Manchu (28), warga Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur yang meninggal dunia saat dirawat di RSUD Cut Meutia Aceh Utara. Sementara dua pelaku lainnya, sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Muktar sudah dibawa pulang petugas dari RSUD Cut Meutia ke Mapolres Aceh Utara pada Kamis (6/9) lalu, karena kondisinya sudah sembuh setelah perawatan. Ia juga sudah bisa menjalani pemeriksaan,” tukas Kasat Reskrim. “Ia sebelumnya dibawa ke rumah sakit karena mengaku tulang rusuknya patah. Tapi setelah di-rontgen, ternyata tak ada tulang rusuk yang patah,” beber dia.

Menurut Kasat Reskrim, nanti peran dua tersangka yang sudah tewas dan dua DPO akan digantikan oleh polisi dan dibantu masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut. “Karena ada saksi kita di lokasi kejadian tersebut, jadi kita sudah cari petugas yang akan memerankan nantinya,” paparnya.

Ditambahkan Iptu Refki, polisi sampai sekarang masih terus mendeteksi keberadaan dua pelaku lain yang sudah menjadi DPO. “Petugas akan terus mencari sampai keduanya berhasil ditangkap,” pungkas Kasat Reskrim.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help