Proyek Jalan Malikul Saleh Lanjut

Proyek Jalan Malikul Saleh yang menghubungkan Neusu ke Lhong Raya, dan merupakan akses utama ke Stadion

Proyek Jalan Malikul Saleh Lanjut
Irwansyah ST, Anggota DPRK Banda Aceh

* DPRK Beri Apresiasi

BANDA ACEH - Proyek Jalan Malikul Saleh yang menghubungkan Neusu ke Lhong Raya, dan merupakan akses utama ke Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, tahun ini akan dilanjutkan. Pengumuman lanjutan pembangunan tersebut dapat dicek di laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh, melalui website lpse.acehprov.go.id.

Amatan Serambi dalam pengumuman lelang berkode 17771106 itu, disebutkan bahwa lanjutan pembangunan Jalan Malikul Saleh tahap VIII, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, didanai Otsus Kota dengan pagu paket Rp 6.343.800.000. Mulai tahun ini, satuan kerja yang menangani proyek tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh.

Menanggapi pengumuman lelang tersebut, anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, mengapresiasi serta berharap pemerintah dapat segera menuntaskan masalah di sepanjang jalan tersebut. “Saya berharap dana sebesar ini dapat menuntaskan berbagai persoalan di sana,” ujarnya, Jumat (7/9).

Dia menyebutkan, persoalan di Jalan Malikul Saleh meliputi beberapa persil tanah yang belum dibebaskan seperti di samping Masjid Lhong Raya, perempatan lampu lalu lintas, dan Polsek Baiturrahman. “Selama ini belum terbebas karena belum adanya titik temu antara pemilik tanah dan pemerintah. Saya dan aparatur gampong siap memediasi,” kata Irwansyah, dan menyebut khusus untuk pembebasan lahan, kabarnya akan ditangani Dinas Cipta Karya.

Selain pembebasan lahan, lanjut dia, beberapa masalah lain yang harus tuntas yaitu drainase yang belum terhubung, tidak adanya median jalan, serta pengaspalan/pelebaran jalan. “Karena belum tuntasnya masalah ini menyebabkan angka kecelakaan tinggi, sulit menyeberang, sering banjir genangan di jalan dan rumah warga, dan jelas merusak keindahan kota,” paparnya.

Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST juga menekankan perlunya percepatan negosiasi lahan yang belum terbebas. Sehingga kalau sudah ada titik temu, maka pembangunan fisik jalan di lokasi tersebut dapat dikerjakan pada tahun 2018 ini juga. “Jangan sampai tidak sinkron, dimana pembangunan fisik jalan terus, sementara lahan belum dinegosiasi,” katanya.

Menurutnya, beberapa persil tanah yang tersisa memang sudah harus dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Sebab kata Irwansyah, selama ini tidak ada titik temu harga ganti rugi antara Pemko Banda Aceh dengan pemilik lahan. “Kami berharap tahun ini bisa tuntas. Makanya perlu ada pihak independen seperti KJPP, sehingga persoalan lahan ini tidak telantar,” ujar Irwansyah, seraya mengingatkan bahwa tahun 2018 akan berakhir dalam empat bulan ini, jangan sampai ada item pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan karena waktu habis.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help