Proyek Jembatan Gunung Setan Masuk Kawasan TNGL, Ini Kata Mantan Petinggi Walhi Aceh

Perlu pegangan atau izin tertulis dari TNGL maupun Kementerian Kehutanan agar masyarakat tidak terjerat hukum selama memasuki kawasan tersebut.

Proyek Jembatan Gunung Setan Masuk Kawasan TNGL, Ini Kata Mantan Petinggi Walhi Aceh
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Lokasi Pembangunan jembatan gantung Gunung Setan Desa Aunan Sepakat, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Lokasi pembangunan jembatan gantung Gunung Setan di Desa Aunan Sepakat, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Mantan Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Dr Nasrulzaman kepada Serambinews.com, Minggu (9/9/2019) mengatakan, sedianya proyek pembangunan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar tidak ada permasalahan hukum di kemudian hari.

Selain itu, ia berharap proyek tersebut bermanfaat bagi masyarakat agar lebih leluasa mengangkut hasil buminya, juga tanpa menimbulkan masalah.

Makanya, diperlukan adanya pegangan atau izin tertulis baik dari TNGL maupun Kementerian Kehutanan agar masyarakat tidak terjerat hukum selama memasuki kawasan TNGL tersebut.

"Jangan sampai nanti setelah jembatan selesai dibangun, tiba-tiba tidak diizinkan melintas. Siapa yang akan bertanggungjawab? Jika terjadi demikian tentu proyek tersebut jadi mubazir," kata Nasrulzaman.

Banjir Bercampur Lumpur Genangi Gampong Tengoh, Trumon Tengah, Aceh Selatan

Nasrulzaman juga meminta pimpinan DPRA membentuk tim investigasi untuk memgecek lokasi pembangunan jembatan Gunung Setan Ketambe.

Sementara itu, PPK 08 Wilayah Batas Gayo Lues-Kutacane Batas Sumut Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Aceh, Emi Efendi ST MT, mengatakan, penentuan lokasi jembatan gantung tersebut merupakan usulan Pemkab Aceh Tenggara berdasrakan surat mantan bupati Agara, Ir H Hasanuddin B MM, pada tahun 2015.

"Secara geografis pembangunan jembatan itu benar di wilayah atau koordinat TNGL, namun secara teknis tujuan dari pembuatan Jembatan Gantung Gunung Setan merupakan menggantikan fungsi jembatan gantung lama yang secara teknis tidak memenuhi standar keamanan untuk pejalan kaki dan lintasan roda dua,"Ujar Emi Efendi.

7 Fakta Baru Perceraian Sule dan Lina, Tanggapi Gosip Anak di Luar Nikah hingga Isu Istri Selingkuh

Sedangkan pengawas lapangan, Ari, mengatakan, jembatan gantung menggunakan besi seling itu lebarnya 2,20 meter dengan panjang 96 meter yang menyedot dana mencapai Rp 2,4 miliar lebih dari APBN.

Direncanakan, proyek itu selesai Desember 2018 dan pembangunan tersebut di bawah pengawasan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Kutacane.

"Jadi, mengenai pembangunan masuk dalam kawasan TNGL tidak jadi masalah walaupun kita belum mengantongi izin, tapi kita diminta tetap bekerja sesuai target pembangunan harus kita capai," kata Ari.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved