Luar Negeri

Uni Soviet Pernah Buat Tank Terbang, Ini 5 Tank Rusia yang tak Pernah Terlibat Pertempuran

Tank ini dirancang untuk menakut-nakuti musuh dan menyingkirkan segala rintangan yang menghalangi jalannya

Uni Soviet Pernah Buat Tank Terbang, Ini 5 Tank Rusia yang tak Pernah Terlibat Pertempuran
Tank tanpa awak Ural-9 buatan Rusia.(YouTube/Russia Today) 

Kenyataannya, tank itu tak pernah digunakan dalam perang.

Baca: Pasien Sakit Jiwa Bakar Dokter Terkenal di Penang, Api Menyala di Tubuh Perawat yang Keluar Ruangan

Baca: Kenapa China dan Negara-negara Ini Tambah Senjata Nuklir? Padahal AS dan Rusia Menguranginya

Sejumlah kelemahan ditemukan ketika tank itu selesai pada 1915 dan menjalani serangkaian uji coba.

Meskipun roda-roda raksasanya mampu menghancurkan pohon seperti korek api, tank Tsar dapat dengan mudah terjebak dalam kubangan lumpur.

Roda-rodanya adalah titik kelemahannya. Senjata artileri musuh dapat dengan mudah menghancurkannya.

Proyek itu akhirnya ditinggalkan dan senjata ini dibiarkan sampai 1923.

Hingga akhirnya ia dipreteli untuk diambil besi-besi tuanya.

Baca: Ketika Erick Thohir dan Sandiaga Uno Berjumpa di Acara Pernikahan Anak Ketua DPR RI

Baca: Tentara AS Dikenal Manja dalam Bertempur, Untuk Operasikan Senjata Kini Dilengkapi Tangan Ketiga

2. Tank hovercraft

Tank hovercraft (Wikipedia.org)
Tank hovercraft (Wikipedia.org) ()

Pada 1930-an, para perancang persenjatan militer Soviet mencetuskan ide untuk menciptakan kendaraan tempur yang mampu melintasi gurun, lapisan es, salju tebal, sungai, dan rawa-rawa.

Mereka juga menyatakan bahwa kendaraan lapis baja tersebut dapat digunakan secara efisien di daerah berawa dan pasir, serta area dengan banyak danau dan sungai.

Baca: Inilah Boeing P-8 Poseidon, Pesawat Intai AS yang Paling Ditakuti Rusia-China

Baca: Iran Umumkan Rudal Balistik Generasi Terbaru, Bisa Hantam Target di Darat dan Laut 

Sebuah tank amfibi apung dibuat berdasarkan pengembangan hovercraft pertama di dunia, L-1.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help