VIDEO - Produksi Bubuk Kopi Tradisional Beromzet Belasan Juta

Pengolahan bubuk kopi robusta secara tradisional memang sudah jarang kita temui di era modern ini.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengolahan bubuk kopi robusta secara tradisional memang sudah jarang kita temui di era modern ini.

Namun tidak bagi warga Gampong Meunasah Papeun Lamreung Kabupaten Aceh Besar, yang hingga kini masih mempertahankan alat produksi bubuk kopi secara tradisional.

Gampong Meunasah Papeun Lamreung Aceh Besar, memang terkenal dengan banyaknya usaha produksi bubuk kopi robusta secara tradisional.

Salah satunya usaha milik keluarga Irwansyah. Keluarga ini sudah merintis usahanya sejak tahun 1990, secara turun temurun dari orang tua mereka.

Baca: CPNS 2018 - Seleksi Dibuka 19 September, Besaran Gaji Pertama hingga Tunjangan yang Bisa Didapat!

Baca: Terkait Dana Kongres KNPI, Pemerintah Aceh Diminta Buka Mata Hati

Baca: Viral Oknum Dosen Diduga Pungli Mahasiswa Rp2.000, Pihak Kampus Istirahatkan Sang Dosen

Dimulai dari menggongseng biji kopi yang dimasukkan ke dalam wadah kaleng terbuat dari plat besi.

Biji kopi dalam wadah kaleng tersebut kemudian dipanggang dengan menggunakan bara api sambil diputar selama satu jam hingga biji kopi berubah warna menjadi hitam.

Satu kali proses produksi, biji kopi yang digongseng bisa mencapai 20 kilogram.

Biji kopi hasil gongsengan ditaruh di sebuah wadah dan ditambah sedikit adonan penambah citarasa kopi. Baru kemudian biji kopi ditumbuk menggunakan lesung secara manual hingga halus.

Irwansyah bersama empat orang pekerja lainnya, bisa mengolah kopi robusta sebanyak 150 kilogram per hari, dengan upah Rp 50.000 untuk tiap 10 kilogram kopi. Sehingga dalam sehari, mereka bisa menghasilkan Rp 750.000, dan kalau dikali per bulan, usaha mereka bisa beromzet belasan juta.

Penulis: Budi Fatria
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help