Banjir Lumpur Terjang Abdya

Banjir dan lumpur akibat hujan lebat yang melanda Kabupaten Abdya, Sabtu (9/9) malam menerjang puluhan

Banjir Lumpur Terjang Abdya
ANGGOTA DPRK Abdya, Nurdianto melihat tumpukan sampah dan puing-puing kayu akibat hujan lebat yang melanda Abdya, Minggu (9/9) di Desa Lhang Kecamatan Setia. 

* Puluhan Rumah Terendam Lumpur

BLANGPIDIE - Banjir dan lumpur akibat hujan lebat yang melanda Kabupaten Abdya, Sabtu (9/9) malam menerjang puluhan rumah. Informasi yang diperoleh Serambi, dari beberapa kecamatan yang terendam banjir, Kecamatan Setia dan Blangpidie yang paling parah terendam banjir.

Bahkan, ada beberapa rumah yang rusak akibat terjang banjir disertai puing dan bongkahan kayu yang turun dari arah pegunungan. Koordinator Tagana Abdya, Yasri Gusman kepada Serambi kemarin mengatakan bahwa ada puluhan rumah masyarakat di beberapa kecamatan terendam banjir akibat hujan lebat sejak sore hingga Sabtu malam tersebut.

“Namun, yang paling parah diterjang banjir itu Kecamatan Blangpidie dan Setia,” ujar Yasri. Dia tambahkan, Desa yang paling parah terendam banjir berada di Kecamatan Setia. Terdapat puluhan rumah di Desa Ujung Tanah, Desa Lhang, Desa Rambong dan Desa Cinta Makmur yang diterendam banjir dan lumpur.

“Kalau Kecamatan Blangpidie yang parah itu, Desa Alue Mangota ada beberapa rumah warga yang rusak, selanjutnya, Desa Bahbalok, Alue Dama, Kuta Tinggi dan Desa Babah Lhung. Banjir diakibatkan air luapan,” terang Yasri.

Lokasi lain yang terendam banjir, tambahnya, Kecamatan Lembah Sabil di Desa Tokoh II, ada belasan rumah yang terendam. Sedangkan Kecamatan Susoh yang terendam air banjir yakni Desa Tangah Rawa, Pulau Kayu dan Desa Kepala Bandar. “Rata-rata air luapan akibat saluran dan jembatan yang tersumbat kayu,” sebutnya.

Sementara itu, anggota DPRK Abdya Nurdianto yang turut memantau lokasi banjir di kawasan Setia, menilai banjir yang melanda kecamatan Setia, akibat puing-puing kayu yang tersumbat di jembatan dan sejumlah saluran pembuang.

“Akibat tersumbat itu, airnya meluap ke darat dan masuk ke rumah-rumah,” ujar Nurdianto. Selain itu, sambungnya, tanggul dan pengaman tebing di kawasan sungai di Kecamatan Setia juga rendah, sehingga saat hujan lebat tiba, tanggul itu tidak mampu membendung air sungai dan puing-puing kayu yang turun dari gunung.

“Untuk mengatasi banjir luapan ini terulang, kita sudah mengusulkan pembangunan pengaman tebing senilai Rp 2,8 miliar,” sebut politikus Partai Demokrat ini.

Sementara itu Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT saat meninjau rumah warga di Desa Alue Manggota yang mengalami rusak parah akibat diterjang banjir meminta dinas terkait mendata sejumlah rumah yang rusak diterjang banjir.

“Rumah ibu ini sudah kita minta Baitul Mal memperbaiki, karena rumahnya sudah sangat parah. Rumah yang lain, sudah kita minta Dinsos dan BPBK mendata,” ujar Muslizar MT didampingi anggota DPRK Abdya Syamsul Bahri ST. Selain memperbaiki rumah rusak, katanya, Dinas Sosial juga telah diminta untuk menyerahkan bantuan masa panik kepada para korban banjir tersebut.

“Insya Allah, bantuan panik, berupa makanan, pakaian dan kelengkapan itu sudah kita minta salurkan secepatnya. Mengingat ada beberapa rumah pakaiannya sudah terseret dan terendam air hujan,” ungkapnya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help