Imunisasi MR Tunggu Instruksi Gubernur

Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara hingga Minggu (9/9) kemarin, masih menunda program imunisasi

Imunisasi MR Tunggu Instruksi Gubernur
ist
Foto Meme Imunisasi Rubella 

* Dinkes Aceh Utara Terima Surat MUI

LHOKSUKON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara hingga Minggu (9/9) kemarin, masih menunda program imunisasi atau penyuntikan vaksin Measles Rubella (MR) terhadap anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Pasalnya, pihak dinkes tak berani melanjutkan vaksinasi itu sebelum ada instruksi dari Gubernur Aceh.

Seperti diketahui, program imunisasi MR yang bertujuan untuk memutus mata rantai penularan virus campak dan rubella untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun itu sebenarnya sudah di-launching oleh Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib pada 17 Juli 2018. Namun, mulai 2 Agustus atau dua minggu kemudian, program tersebut diputuskan ditunda karena vaksin MR tersebut belum mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kita sudah terima surat dari MUI pada 20 Agustus 2018, yang menyatakan vaksin MR tersebut mubah,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Aceh Utara, Khalmidawati kepada Serambi, Minggu (9/9). “Mubah artinya boleh digunakan,” imbuh Khalmidawati didampingi Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Abdurrahman.

Meski begitu, ungkap Plt Kadinkes, pihaknya masih menunggu instruksi dari Gubernur Aceh, apakah program imunisasi MR tersebut tetap lanjut atau tidak. “Untuk penyuntikan di lapangan, sudah kita tunda. Namun, jika masyarakat ingin mendapatkan penyuntikan vaksin MR, bisa datang ke puskesmas,” ucapnya. “Selama ini, sejumlah masyarakat yang datang ke puskesmas untuk mendapatkan penyuntikan vaksin tersebut, tetap kita layani dengan baik,” tukasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara menargetkan program vaksinasi MR tersebut dapat selesai pada September 2018, dengan sasaran penyuntikan terhadap 183.029 anak di kabupaten tersebut. “Memang target kita sebelumnya pada September 2018, sudah tuntas program tersebut. Tapi, sekarang baru sekitar tujuh persen yang kita suntik, terutama anak sekolah,” ulas Plt Kadinkes Aceh Utara, Khalmidawati.

Dia memaparkan, meskipun sudah melewati dari target semula, tapi vaksin MR tersebut masih bisa digunakan karena belum memasuki masa kedaluwarsa.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved