Polresta Kirim Ekstasi ke Labfor

Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh, mengirimkan barang bukti (BB) pil ekstasi ke Laboratorium Forensik

Polresta Kirim Ekstasi ke Labfor
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH

* Hasil Penangkapan di Banda Aceh

BANDA ACEH - Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh, mengirimkan barang bukti (BB) pil ekstasi ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri di Medan, Sumatera Utara. Pengiriman BB ekstasi tersebut untuk mengetahui isi dan kandungan serta volume yang terdapat dalamnya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Narkoba, AKP Budi Nasuha Waruwu SH, mengatakan, disamping untuk mengetahui detail isi dan kandungan serta volume dalam pil ekstasi itu, pengiriman tersebut juga bertujuan untuk kelengkapan berkas yang akan dikirim ke kejaksaan.

“Dari 5.000 pil ekstasi yang kami tangkap, 70 butir di antaranya sudah kami kirimkan ke Labfor Polri, di Medan. Jumlah yang dikirimkan ke Labfor tersebut sesuai rumus dan ketentuan yang diatur,” kata AKP Budi yang dihubungi Serambi, Minggu (9/9).

Pascapenangkapan 5.000 butir pil ekstasi bersama tersangka Ja (29) pria Jambo Aye, Aceh Utara, samping halte kawasan Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, pada Minggu (2/9) sekitar pukul 10.00 WIB, pihaknya juga sudah melakukan pengetesan dengan alat yang dimiliki Polresta. “Sebelumnya kami juga sudah lakukan tes untuk mengetahui apakah pil ekstasi itu mengandung bahan berbahaya, seperti ampethamin. Ternyata hasilnya positif dan sesuai ketentuan sejumlah BB pil ekstasi itu harus tetap dikirim dan diuji lebih detail di Labfor Polri,” ungkap AKP Budi.

Mantan Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe ini menegaskan penyelidikan terhadap penangkapan pelaku Ja bersama 5.000 pil ekstasi yang dikemas ke dalam kue bolu dan dibagi dalam 10 bungkusan plastik itu terus dikembangkan. “Kami harapkan peran serta semua pihak dalam memberantas dan memutuskan mata rantai narkoba. Barang haram berbagai bentuk narkoba, telah merambah kemana-mana, mulai kota sampai pedesaan dan menyasar semua usia, terutama dengan target menghancurkan generasi muda, masa depan bangsa ini,” ujar AKP Budi.

Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh, AKP Budi Nasuha Waruwu SH, menambahkan, dalam sebulan saja, mulai 6 Agustus-6 September 2018, sebanyak 52 tersangka pengguna dan pengedar narkoba berhasil ditangkap. Itu menunjukkan tingkat peredaran narkoba cukup tinggi.

“Bayangkan saja dalam satu bulan dari 35 kasus dan melibatkan 52 tersangka, itu sudah mengkhawatirkan. Dari 52 tersangka ini, memiliki latar belakang serta status pekerjaan yang berbeda-beda, mulai dari wiraswasta sampai buruh bangunan. Lalu, usia mereka juga terpaut 18 sampai 40-an. Ini sudah mengkhawatirkan,” sebut Budi.

Karena itu, gerakan bersama untuk memerangi narkoba perlu menjadi perhatian serta tanggung jawab bersama, untuk menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, pungkas AKP Budi Nasuha.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved