Home »

Opini

Opini

Sudahkah Kita Berhijrah?

TANPA terasa kita sudah menapaki hari di tahun baru 1440 Hijriah. Tenggelamnya matahari pada Senin (10/9/2018)

Sudahkah Kita Berhijrah?
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Pawai Ta'aruf Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Aceh Selatan 

Sifat amanah inilah yang sekarang menjadi barang langka di tengah-tengah kehidupan di era milenial ini. Kita sering mendengar keluhan warga karena kebijakan yang dijalankan penguasa tidak mencerminkan kepedulian mereka terhadap hajat hidup orang banyak. Janji-janji selama kampanye hanya manis sebelum terpilih. Namun begitu mendapatkan “kursi” empuk, mereka lupa pada dengan yang telah dikampanyekan dulu.

Jika pun amanah itu dijalankan, tidak sedikit yang menyimpang dari realitas. Penyelewengan dan perilaku koruptif, banyak dilakukan para elit. Sehingga hampir setiap hari kita membaca berita di media massa, sejumlah kepala daerah dan anggota legislatif yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh penegak hukum. “Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu.” (QS. al A’raf: 68).

Ketiga, tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan kepada hamba-Nya, seluruhnya disampaikan oleh Nabi saw. Tidak ada satu pun ayat Allah Swt yang disembunyikan, meski itu menyinggung perihal kehidupan Nabi sendiri. “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya.” (QS. `Abasa: 1).

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw sambil berkata, “Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah.” Pada waktu itu, Rasulullah sedang menghadapi para pembesar kaum kafir Quraisy, sehingga Rasul berpaling darinya dan tetap menghadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: “Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?” Rasulullah menjawab, “Tidak.” Ayat (QS. Abasa: 1-10) ini turun sebagai teguran Allah Swt atas perbuatan Rasulullah (HR. Tirmidzi dan al-Hakim).

Keempat, fathanah artinya cerdas, sehingga mustahil Nabi itu bodoh (jahlun). Dalam menyampaikan ayat-ayat Alquran kepada umatnya, kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadis, membutuhkan kecerdasan yang luar biasa. Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah, sehingga mereka mau masuk memeluk agama Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir, dengan cara-cara yang terpuji.

Dengan demikian, hijrah adalah etos perjuangan untuk menuju perubahan tanpa pernah merasa putus asa dalam menggapai perubahan. Hijrah adalah energi kita yang mesti dihadirkan dalam setiap sendi kehidupan. Selamat Tahun Baru Islam 1440 Hijriah.

* Abd. Halim Mubary M.Kom.I., Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga dan penghulu pada KUA Kecamatan Makmur, Bireuen. Email: halim_mubary@yahoo.com.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help