USU Kirim Sejumlah Ahli ke Proyek PLTA Batangtoru

Pengiriman sejumlah ilmuwan ini merupakan bentuk dukungan USU terhadap percepatan pengerjaan mega proyek pembangkit listrik berkapasitas 510 MW itu.

USU Kirim Sejumlah Ahli ke Proyek PLTA Batangtoru
USU.AC.ID
Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Runtung SH MHum. 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN – Universitas Sumatera Utara dalam waktu dekat mengirim sejumlah ahli ke proyek PLTA Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Pengiriman sejumlah ilmuwan ini merupakan bentuk dukungan USU terhadap percepatan pengerjaan mega proyek pembangkit listrik berkapasitas 510 MW itu.

“USU akan berangkatkan ahli hukum, ahli kehutanan, ahli lingkungan dan lainnya, paling lama minggu depan,” kata Rektor USU, Prof Runtung, Senin (10/9/2018).

Gugatan Walhi atas PLTA Batangtoru Mulai Disidangkan di PTUN Medan

Runtung menyadari kalau proyek yang sedang tahap pengerjaan ini terus mendapat kritikan dari sejumlah aktivis dan akademisi. Situasi ini membuatnya miris, karena menurutnya kritikan itu tidak didukung fakta.

DPP Hipakad Bantah Dukung PRAGA

“Ada perubahan makna hutan setelah Undang-undang 41 tahun 1999 tidak utuh lagi setelah ada putusan perubahan MA. Jadi jangan mau kita diperalat untuk mengganggu kepentingan daerah sendiri,” ujar Runtung menjawab tuduhan PLTA Batangtoru berdiri di atas areal hutan.

Plt Gubernur Irit Bicara Soal Kelanjutan Pabrik Semen Laweueng, ‘Kita Bicara di Kesempatan Lain’

Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu sangat mengapresiasi keterlibatan universitas dalam proyek-proyek strategis nasional.

Dia berharap USU ilmuwan-ilmuwan yang dikirim USU bisa memberikan masukan bermanfaat agar target penyelesaian PLTA Batangtoru pada 2022 tercapai

“Universitas ini tempatnya orang-orang pintar jadi memang harus berkontribusi. Jangan pula program-program seperti ini dimanfaatkan orang untuk mencari uang receh, memalukan,” kata Gus menyikapi maraknya opini yang menyudutkan keberadaan proyek ini.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help