Di Depan Delegasi Thailand, Azhari Cagee Bicara Soal Penyelesaian Konflik Aceh

Salah satu delegasi menyebutkan, bahwa saat ini di negara mereka, tepatnya di Thailand Selatan masih terjadi konflik

Di Depan Delegasi Thailand, Azhari Cagee Bicara Soal Penyelesaian Konflik Aceh
IST
Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee bersalaman dengan perwakilan delegasi Thailand di gedung DPRA, Senin (10/9/2018) 

"Darurat militer dimulai dari tahun 2003 dan baru berakhir pada 26 Desember 2004 saat musibah tsunami meluluhlantakkan Aceh," katanya.

Barulah kemudian, kesepakatan damai terwujud. Azhari menjelaskan, bahwa Pemerintah Indonesia dan GAM saat itu sepakat berdamai, tujuannya untuk membangun Aceh yang telah porak-poranda. 

"Di situlah terajut kesepakatan dengan perjanjian-perjanjain kedua pihak. Kemudian perjanjian itu direalisasi dalam bentuk undang-undang (UUPA) dan qanun-qanun," katanya.

Baca: Mantan Kombatan GAM Wilayah Meulaboh Mulai Rapatkan Barisan

Azhari juga menjelaskan, bahwa salah satu perjanjian adalah para mantan kombatan GAM bersama masyarakat Aceh lainnya dibolehkan mendirikan partai lokal. 

"Saya dan beberapa orang lainnya duduk di DPRA ini berkat perjanjian damai tersebut. Kemudian ada juga wewenangan yang diberikan untuk Aceh, termasuk hasil alam," jelasnya.

Para delegasi yang hadir merupakan pihak-pihak profesional di Thailand, seperti perwakilan militer, perwakilan LSM, penyelenggara pemilu, dan pihak pemerintah lainnya. Selain ke Aceh, para delegasi juga akan berkunjung ke Yogyakarta. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help