Luar Negeri

Rusia dan China Mulai Latihan Perang Terbesar, Diikuti 300.000 Tentara dan 36.000 Kendaraan Militer

Diikuti ratusan ribu pasukan, latihan perang yang dijuluki Vostok-2018 tersebut diklaim sebagai yang terbesar yang pernah digelar.

Rusia dan China Mulai Latihan Perang Terbesar, Diikuti 300.000 Tentara dan 36.000 Kendaraan Militer
Barisan kendaraan militer mulai bergerak untuk mengikuti latihan perang terbesar Vostok-2018.(RUSSIA TIMES / RUSSIAN DEFENSE MINISTRY) 

Diwartakan SCMP Rabu (29/8/2018), undangan untuk tim pemantau telah dikirim kepada atase militer meski Moskwa tidak wajib melakukan pemberitahuan.

Juru bicara NATO Dylan White menerangkan, mereka bakal mempertimbangkan undangan latihan bersandi Vostok-2018 yang dikirimkan sejak Mei.

Dia menerangkan, setiap negara berhak untuk menggelar latihan perang demi mempertahankan kesiapan tempur pasukannya.

Namun, White menggarisbawahi bahwa latihan yang digelar 11-15 September tersebut harus digelar secara transparan dan bisa diprediksi.

Dia menerangkan keputusan Rusia untuk menggelar latihan militer skala besar memberikan pola yang sama dari tahun ke tahun.

"Bahwa Rusia semakin merasa hebat dengan meningkatkan anggaran pertahanan serta keberadaan militer mereka," tegas White dilansir BBC.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan latihan perang Vostok-2018 bakal menjadi yang terbesar sejak 1981.

Shoigu merujuk kepada latihan bertajuk Zapad-1981.

Latihan perang yang digelar era Uni Soviet bersama anggota Pakta Warsawa.

Dalam latihan tersebut, Negeri "Beruang Merah" bakal mengerahkan 300.000 pasukan, 1.000 pesawat tempur, 900 tank, serta Armada Pasifik dan Utara.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved