Sri Mulyani : Setiap Rupiah Melemah Rp 100, Penerimaan Negara Naik Rp 4,7 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menganggap secara tak langsung pelemahan rupiah menyumbang penerimaan negara.

Sri Mulyani : Setiap Rupiah Melemah Rp 100, Penerimaan Negara Naik Rp 4,7 Triliun
Menteri Kuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). Sri Mulyani menyatakan realisasi defisit anggaran APBN pada triwulan pertama telah mencapai 0,58 persen terhadap PDB atau sekitar Rp85,8 triliun yang mana angka tersebut paling rendah dalam periode sama selama tiga tahun terakhir.(KOMPAS/SIGID KURNIAWAN) 

Bahkan, hingga rupiah menyentuh Rp 15.000, krisis yang ditakutkan itu pun tidak terjadi.

Pemerintah langsung bertindak dengan mengeluarkan berbagai instrumen untuk menekan rupiah hingga Rp 14.800.

"Kekhawatiran di angka Rp 14.800 itu bisa diabaikan karena kita sudah melampaui Rp 15.000," kata Lucky.

Baca: TNI Bersama Masyarakat Bersihkan Puing Sisa Kebakaran Rumah di Meukek, Aceh Selatan

Menurut dia, mata uang rupiah pernah bertengger di angka Rp 14.800 pada 2015.

Saat itu pun krisis tidak terjadi dan pemerintah bisa cepat melakukan pemulihan.

Deputi III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden, Denni Puspa Purbasari mengatakan, Indonesia bukan pertama kalinya mengalami kondisi perekonomian yang tak pasti.

Bank Indonesia pun belajar dari pengalaman bagaimana menghadapi hal tersebut.

Pemerintah juga berupaya memperbaiki defist neraca perdagangan dengan menekan impor.

"Percayalah bahwa kita punya akumulasi pengetahuan dalam menangani krisis. Kita akan lebih baik dalam menangani krisis," kata Denni.(*)

Baca: Sambut Tahun Baru Islam, Pemkab Aceh Timur Gelar Pawai Taaruf

Baca: Kuota CPNS Untuk Aceh Tengah belum Ada Kabar dari KemenPAN RB

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Setiap Rupiah Melemah Rp 100, Penerimaan Negara Naik Rp 4,7 Triliun"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved