Bireuen dan Lhokseumawe Tuan Rumah Bersama LKS 2019

Sedangkan LKS SMK tahun 2018 masih akan digelar di Banda Aceh dan Aceh Besar yang dijadwalkan 2-7 Oktober bulan depan.

Bireuen dan Lhokseumawe Tuan Rumah Bersama LKS 2019
SERAMBINEWS.COM/NASIR YUSUF
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin didampingi Kabid Pembinaan SMK, Teuku Miftahuddin menyerahkan bantuan untuk tiga kepala SMK yang sekolahnya mengalami musibah baru-baru ini. Penyerahan dilakukan seusai penutupan Rakor LKS SMK 2018 di Grand Aceh Syariah Hotel, (12/9/2018). 

Laporan M Nasir Yusuf | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bireuen dan Lhokseumawe menjadi tuan rumah bersama Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) tingkat provinsi Aceh tahun 2019 mendatang.

Sedangkan LKS SMK tahun 2018 masih akan digelar di Banda Aceh dan Aceh Besar yang dijadwalkan 2-7 Oktober bulan depan.

Kegiatan paling bergengsi di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan masing-masing akan dipusatkan di SMKN 3 Banda Aceh di Lhongraya dan SMKN Al Mubarkeya, Aceh Besar.

Baca: 48 Siswa SMK di Bireuen Ikut LKS Kabupaten

Keputusan untuk melaksanakan Lomba Kompetensi Siswa itu diambil dalam Rapat Koordinasi LKS yang diikuti 190 kepala SMK se Aceh dan berakhir, Rabu (12/9/2018).

Namun, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin M.Pd ketika menutup Rakor LKS SMK, Rabu (12/9/2018) sempat mempertanyakan proses terpilihnya Kabupaten Bireuen - Kota Lhokseumawe, apakah atas pilihan kepala bidang atau dipilih berdasarkan musyawarah atau atas permintaan calon tuan rumah sendiri.

“Saya bersyukur kalau ternyata terpilihnya Bireuen-Lhokseumawe sebagai tuan rumah atas permintaan Bireuen dan didukung oleh seluruh kepala SMK lainnya yang hadir,” kata Syaridin.

Pada kesempatan itu, Syaridin meminta panitia LKS ke depan, agar penjuriannya harus melibatkan juri nasional.

Baca: Siska Andesti, Juara LKS Nasional 2018 asal Aceh akan Wakili Indonesia ke Rusia

“Karena, kita dalam penjurian, tidak mau neko-neko. Kita tidak boleh mengorban siswa yang terbaik, demi pemerataan pembagian gelar juara,” katanya.

“Kita berharap siswa mana pun yang terbaik, ya merekalah yang akan juara dan mewakili Aceh ke lomba tingkat nasional,” katanya.

SMK Aceh sudah cukup tidak mendapat satu medali pun pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat nasional yang berlangsung di Banda Aceh tahun 2018. “Ini pengalaman pahit yang harus diperbaiki pada even mendatang,” katanya.

Sebelumnya, Kabid Pembinaan SMK Disdik Aceh, Teuku Miftahuddin menyebutkan Rakor yang dihadiri 190 kepala SMK se Aceh telah membahas berbagai hal yang menyangkut proses peningkatan mutu SMK, di antaranya pelaksanaan Expo di Tamansari, LKS yang akan dipusatkan di Bireuen yang memperlombakan 39 mata lomba. (*)

Penulis: Nasir Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help