Ini Formasi CPNS 5 Daerah

Lima dari 23 kabupaten/kota di Aceh memulai tahapan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018

Ini Formasi CPNS 5 Daerah
RAZUARDI, Sekda Aceh Tamiang

Sartika mengungkapkan, ada dua orang yang diterima melalui formasi khusus tahun ini. Itu karena, mereka tidak lulus tahun 2013, bahkan pada November 2013 kedua orang itu sudah punya ijazah S1.

Sementara itu, Badan Kepegawaian, Pengembangan, dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Tenggara (Agara), membuka formasi CPNS untuk tenaga kesehatan dan pendidikan.

Kepala BKPSDM Agara, Masudin SSos, kepada Serambi, Selasa (11/9) mengatakan, Pemkab Agara membuka lowongan formasi CPNS tenaga kesehatan dan kependidikan 63 orang.

Dirincikan, untuk tenaga kesehatan yang akan diterima tahun ini meliputi bidan, perawat, dokter umum, dokter gigi, sarjana kesehatan masyarakat, dan farmasi. Sedangkan untuk tenaga kependidikan mencakup guru bahasa Inggris, bahasa Indonesia, PPKN, guru sejarah, guru geografi, dan guru matematika.

Menurutnya, pengumuman pendaftaran lowongan CPNS formasi tenaga kesehatan dan pendidikan akan segera mereka tempelkan di kantor-kantor pemerintah, termasuk di Kantor BKPSDM Agara yang pendaftarannya dimulai 19 September 2018.

Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Razuardi MT, kepada Serambi, Selasa (11/9) mengatakan, tahun ini kabupaten itu menerima 224 calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Cara ujiannya sama dengan tahun lalu. Dimulai dengan pendaftaran CPNS 2018 dan verifikasi administrasi, selanjutnya proses seleksi CPNS tetap menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) Badan Administrasi Negara (BAN) baik untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), maupun untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Semuanya dilakukan sekitar bulan Oktober dan kelulusannya menggunakan nilai ambang batas (passing grade) baru kemudian diumumkan hasilnya sekitar November dan pemberkasan berkas sekitar Desember 2018.

Dalam seleksi CPNS 2018 ini, menurutnya, nilai SKD memiliki bobot 40 persen, sedangkan SKB bobotnya 60 persen. Untuk SKD, peserta harus mengerjakan 100 soal yang terdiri atas soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebanyak 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) sebanyak 30 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal.

TKW sendiri, lanjut Sekda, merupakan alat ukur untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Berikutnya, diuji juga sistem tata negara Indonesia, sejarah perjuangan bangsa, peran bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, serta kemampuan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Halaman
1234
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help