Jack Ma: Saya Tidak Ingin Mati di Kantor, Saya Ingin Mati di Pantai

Ma berulangkali membicarakan tentang jadwal perjalannyannya yang sibuk sejak pensiun sebagai chief executive officer dari Alibaba

Jack Ma: Saya Tidak Ingin Mati di Kantor, Saya Ingin Mati di Pantai
Lila Nathania
Surat dari Jack Ma Sang Miliarder Pendiri Alibaba untuk Anaknya (1) 

SERAMBINEWS.COM - Terhitung Senin 10 September 2018, tepat pada usianya yang ke-54 tahun, pendiri sekaligus CEO Alibababa, Jack ma, mengundurkan diri dari jabatannya.

Jack Ma tidak lantas pensiun begitu saja, ia akan mengumumkan rencana suksesi di perusahannya.

Suksesi tersebut adalah bagian dari rencana manajemen sepanjang 10 tahun untuk mendapatkan eksekutif-eksekutif muda guna melanjutkan kepemimpinan Ma di Alibaba.

Ma akan tetap berada di jabatan tertinggi Alibaba sekaligus merumuskan perencanaan perusahannya.

Baca: Maulana Rizki, Bocah 8 Tahun Ini Kabur dari Panti Asuhan, Diduga Dijadikan Pencari Sumbangan

Ma rupanya telah mengisyaratkan rencana pensiunnya ini dalam candaan di berbagai acara selama beberapa tahun terakhir.

Dikutip dari Scmp.com (11/9/2018), Ma mengungkapkan ketidakpuasan dengan kehidupannya yang sibuk dan kerinduannya untuk menjadi seorang guru seperti dulu.

Ma telah membayangkan masa-masa setelah dirinya pensiun.

Ma berulangkali membicarakan tentang jadwal perjalannyannya yang sibuk sejak pensiun sebagai chief executive officer dari Alibaba untuk menjadi ketua eksekutif.

“Ketika saya pensiun dari posisi CEO, saya mengatakan kepada tim CEO (pada 2013) saya harus lebih banyak bermain golf di pantai," tuturnya dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara talk show Amerika Charlie Rose pada sebuah konferensi di Detroit pada Juni 2017.

 
"Saya menghabiskan 870 jam di udara tahun lalu, dan tahun ini, 1.000 jam. Masalahnya adalah, saya tidak ingin mati di kantor. Saya ingin mati di pantai," tambahnya.

Meski tidak lagi bertanggungjawab atas pengelolaan operasi harian Alibaba, ia tetap menjadi wajah publik perusahaan, berkeliling dunia untuk bertemu dengan kepala pemerintahan dan mensosialisasikan manfaat globalisasi serta kemajuan teknologi.

Baca: Ini Penjelasan Cek Mad Soal Surat Pengunduran Diri dari Ketua DPW PA Aceh Utara

Menyesali Pendirian Alibaba

Alibaba yang telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia, sejajar dengan Apple, Microsoft, dan Amazon, membuat Ma menyatakan perasaan campur aduknya terhadap perusahaan yang ia dirikan pada tahun 1999.

Ia terkenal dengan pernyataannya yang mengatakan, "Kesalahan terbesarnya adalah saya membuat Alibaba", karena tekanan dan tanggung jawab yang sangat besar ia harus mengarahkan perusahaan senilai US $ 420 miliar dengan lebih dari 86.000 karyawan.

Baca: Tamu Sering Isi Botol Minuman Dengan Air Kencing, Hotel di Negara Ini Tiadakan Minibar

Ma tidak mengira perusahaanya akan tumbuh sebesar itu, mengambil banyak tanggung jawab.

“Setiap hari sama sibuknya seperti seorang presiden, dan saya tidak punya kekuatan apa pun. Saya tidak memiliki hidup saya, " ungkap Ma di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada Juni 2016.

“Jika saya masih dapat memiliki kehidupan selanjutnya, saya tidak akan pernah melakukan bisnis seperti ini. Saya akan menjadi diri saya sendiri; Saya ingin menikmati hidup saya," pungkasnya.

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Jack Ma: Saya Tidak Ingin Mati di Kantor, Saya Ingin Mati di Pantai

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help