Kisah Anjing-anjing Penyelamat dalam Tragedi 9/11, Mati Sebagai Pahlawan

Akibatnya gedung pencakar langit tersebut runtuh dan menyebabkan 3.000 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Kisah Anjing-anjing Penyelamat dalam Tragedi 9/11, Mati Sebagai Pahlawan
Intisari online

Apollo adalah anjing gembala Jerman dan pemiliknya Peter Davis dipanggil untuk membantu operasi penyelamatan setelah serangan teror 9/11.

Mereka adalah tim anjing pencarian dan penyelamat pertama yang tiba di lokasi, hanya 15 menit setelah runtuhnya menara.

Apollo hampir kehilangan nyawanya ketika ia nyaris tertindih puing-puing jatuh. Untungnya dia selamat, tapi dia jadi basah kuyup setelah jatuh ke kolam air.

Baca: TP PKK Aceh Lakukan Penyuluhan Jajanan Sehat Untuk Anak Sekolah Banda Aceh dan Aceh Besar

Anjing Gembala Jerman lainnya, Trakr, bersama dengan petugas Polisi Kanada James Symington, menemukan korban terakhir serangan 11 September di World Trade Center.

Trakr dapat menemukannya setelah dia terperangkap di bawah reruntuhan selama 27 jam, dan memberi tahu petugas pemadam kebakaran.

Karena Trakr adalah pahlawan yang luar biasa, DNA-nya dimasukkan ke dalam kontes kloning oleh Symington setelah kematiannya, pada bulan April 2009.

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Kisah Anjing-anjing Penyelamat dalam Tragedi 9/11, Mati Sebagai Pahlawan

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved