Pernah Pakai Dolar untuk Tisu Toilet, Nauru Kini Sengsara karena Penduduknya Gemar Foya-foya

Mereka menjadi punya banyak uang, membeli tiket untuk membawa mereka pada perjalanan belanja ke Hawaii, Guam dan Singapura.

Pernah Pakai Dolar untuk Tisu Toilet, Nauru Kini Sengsara karena Penduduknya Gemar Foya-foya
Google/ Intisari online

SERAMBINEWS.COM - Banyak negara yang dulu berjaya namun kini sengsara, salah satunya adalah Nauru.

Nauru adalah sebuah negara pulau kecil di Samudra Pasifik dengan luas hanya 21 kilometer persegi.

Baca: Kisah Anjing-anjing Penyelamat dalam Tragedi 9/11, Mati Sebagai Pahlawan

Ini adalah negara terkecil di Pasifik Selatan dan negara terkecil ketiga berdasarkan wilayah di dunia.

Nauru awalnya dihuni oleh orang-orang Mikronesia dan Polinesia selama setidaknya 3.000 tahun, yang terisolasi kecuali dari pelaut atau narapidana yang melarikan diri, sampai akhir abad ke-19 ketika dianeksasi dan diklaim sebagai koloni oleh Kekaisaran Jerman.

Baca: Ini Penjelasan Cek Mad Soal Surat Pengunduran Diri dari Ketua DPW PA Aceh Utara

Bangsa Eropa segera menemukan deposit fosfat dan pulau kecil itu menjadi tambang terbuka, dieksploitasi oleh kekuatan kolonial asing.

Setelah memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1968, penambangan diintensifkan sampai sebagian besar fosfat telah dilucuti.

Dalam proses penambangan fosfat untuk menyuburkan ladang di tempat yang jauh, negara telah membuat banyak lokasi menjadi rusak.

Hari ini, pulau ini adalah gurun tandus dengan puncak batu kapur bergerigi yang menutupi 80% pulau.

Baca: Menguak Fakta Larangan Ceramah, Ustaz Abdul Somad Jawab Kecurigaan GP Ansor

Nauru menghasilkan miliaran dolar dari fosfat, yang digunakan dalam produksi pupuk.

Penduduk dibayar untuk melakukan pekerjaan panas dan kotor menggali fosfat dari antara fosil terumbu karang.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved