Saat Rupiah Melemah, Dollar AS Menguat, Utang Pemerintah Ikut Membengkak

Pelemahan nilai tukar rupiah mengakibatkan beban utang pemerintah di tahun ini melonjak

Saat Rupiah Melemah, Dollar AS Menguat, Utang Pemerintah Ikut Membengkak
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA) 

Pergerekan CDS itu seiring dengan peningkatan bunga SPN.

Sri Mulyani menuturkan, SPN untuk 3 bulan diperdagangkan di 5,29% per 10 September 2018.

Angka itu naik dari sebelumnya di rata-rata 4,7%.

Baca: Ekonom Amerika Serikat Sebut Jokowi Omong Kosong soal Rupiah, Fadli Zon: Ironis

Merujuk ke tren itu, Sri Mulyani memprediksi, yield SPN 3 bulan di lelang berikutnya bergerak di kisaran di 5,4%-5,7%.

Utang pemerintah per akhir Juli 2018 menurut catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencapai Rp 4.253,02 triliun, tumbuh 12,51% dibanding setahun sebelumnya.

Dari jumlah itu, sebanyak Rp 1.804,42 triliun atau 42,42% merupakan utang valas yang sebagian besar berdenominasi dollar AS.

Baca: Dampak Terjungkalnya Rupiah, Perusahaan Mulai Kelimpungan, Utang Membengkak

Dari total utang pemerintah, yang jatuh tempo di tahun ini mencapai Rp 395,97 triliun.

Dari total yang jatuh tempo, utang dalam dollar AS mencapai Rp 113,06 triliun, jika menggunakan kurs Rp 13.400 per dollar AS.(*)

 Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Utang pemerintah ikut membengkak di saat dollar mahal

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help