Opini

GAMI Festival 2018

BERADA di satu bagian punggung pegunungan Bukit Barisan pada ketinggian 1.500 mdpl yang membentang

GAMI Festival 2018
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Lokasi pembukaan Gayo-Alas Mountain International Festival (GAMI Festival) yang dipusatkan di Lapangan Musara Alun, Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah 

(Semangat Baru Memajukan Poros Tengah Aceh)

Oleh Rahmadhani

BERADA di satu bagian punggung pegunungan Bukit Barisan pada ketinggian 1.500 mdpl yang membentang sepanjang Pulau Sumatera, dataran tinggi Gayo-Alas meliputi empat kabupaten poros tengah Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara, dianugerahi ragam kondisi alam yang subur, berhawa sejuk dan lahan yang cocok untuk perkebunan kopi dan tanaman hortikultura, serta masyarakat yang berbudaya dan bersahabat.

Selain perkebunan kopi rakyat yang terhampar luas sebagai satu komoditi unggulan, daerah ini juga telah banyak melahirkan seniman yang berhasil mengharumkan nama Aceh dan Indonesia di mata dunia melalui pertunjukkan seni tradisinya. Satu di antaranya adalah Tari Saman yang telah diakui dunia melalui UNESCO yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Aceh dan Indonesia sebagai khasanah budaya tak benda dunia yang perlu terus dipelihara dan dilestarikan.

Semangat percepatan pembangunan sektor ekonomi pada poros tengah Aceh yang akan diawali dengan pagelaran seni budaya masyarakat dataran tinggi Gayo-Alas melalui Gayo Alas Mountain International Festival 2018 atau GAMI Festival 2018, tidak hanya menjadi daya tarik dan pengalaman baru bagi setiap pengunjung untuk merasakan pesona alam dan budaya Gayo-Alas, tapi juga menjadi momentum untuk memperlihatkan berbagai potensi ekonomi dan investasi yang dapat dikembangkan di dataran tinggi Gayo.

GAMI Festival 2018 bertema The Power of Nature yang mengangkat tiga kearifan daerah setempat, yaitu budaya, alam, dan kopi, akan digelar selama tiga bulan berturut-turut (September sampai Nopember 2018) dengan melibatkan Pemerintah Aceh, kabupaten dataran tinggi Gayo-Alas dan komunitas budaya/pariwisata daerah, yang diawali dengan acara pembukaan 14 September 2018 di Lapangan Musara Alun, Takengon, Aceh Tengah.

Tujuan utama
Beberapa tujuan utama yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan GAMI Festival 2018 ini, antara lain: Pertama, mewujudkan dataran tinggi Gayo sebagai kawasan dynamic agro-ecology dan penggerak ekonomi hijau (Green Economy) di Aceh; Kedua, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kawasan berbasis Agro Forestry, Agro Industry, dan Agro Tourism sesuai potensi daerah; Ketiga, menempatkan dataran tinggi Gayo dalam peta Destinasi Pariwisata Nasional, salah satunya melalui kegiatan GAMI Festival;

Keempat, mengembalikan citra dataran tinggi gayo khususnya dan Aceh umumnya sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman dan menawan; Kelima, meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke dataran tinggi Gayo-Alas, Aceh khususnya dan Indonesia umumnya, dan; Keenam, mendorong pembangunan kawasan di poros tengah melalui kegiatan kepariwisataan, kebudayaan dan pertanian, khususnya agroindustri.

Masyarakat dan Pemkab Aceh Tengah sebagai tuan rumah perhelatan GAMI Festival 2018 dan pemerintah dataran tinggi Gayo lainnya patut merasa bangga, karena penyelenggaraan GAMI Festival 2018 sudah seharusnya menjadi penyemangat dan pintu awal menuju upaya percepatan pembangunan kawasan dataran tinggi Gayo-Alas melalui kerja sama semua pihak, khususnya Pemerintah Aceh, Kemenko PMK RI, Kemenpar RI, kementerian/lembaga, dan SKPA terkait lainnya.

Upaya percepatan pembangunan kawasan dataran tinggi Gayo-Alas tentu saja harus diawali dengan perencanaan yang kuat dengan data yang akurat, pemetaan berbagai potensi daerah yang jelas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan identifikasi masalah yang baik, yang selama ini telah menjadi hambatan serius dalam rangka memajukan dataran tinggi Gayo.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved