Mahasiswa Demo Tuntut Pemerintah Pikirkan Ekonomi

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh (AMPA), Rabu (12/9), menggelar demo

Mahasiswa Demo Tuntut Pemerintah Pikirkan Ekonomi
DEMONSTRAN yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh (AMPA), berorasi di bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Rabu (12/9). Mereka mempertanyakan kebijakan Pemerintah Pusat terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

BANDA ACEH - Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Aceh (AMPA), Rabu (12/9), menggelar demo di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. Dalam aksi itu, mereka menuntut pemerintah untuk lebih serius dalam mengelola perekonomian Indonesia setelah melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

Aksi yang menyita perhatian pengguna jalan itu dikawal aparat kepolisian. Pada aksi itu massa turut membentangkan spanduk bertuliskan, “Pemerintah Panik” dan “Rupiah Berdarah, Masih Sibuk Pencitraan” serta sejumlah karton. Massa juga terlihat silih berganti menyampaikan orasi melalui pengeras suara.

“Jika ekonomi stabil, kenapa semua harga pangan harus dinaikkan. Hari ini inflasi Indonesia memang 3,8 persen. Tapi angka itu tidak dapat mensejahterakan rakyat Indonesia. Hari ini mungkin kita masih bisa membeli gorengan 1.000 rupiah. Nanti apa jadinya kalau gorengan sudah 2.000 rupiah karena tepung diekspor, telur diekspor,” kata salah satu orator.

Orator lain menyampaikan aksi itu dilakukan karena ada yang tak beres dengan pemerintahan sekarang. Pemerintah sekarang masih sibuk dengan pencitraan. “Sebenarnya ekonomi kita sekarang tak terlalu merosot. Tapi masyarakat kita masih bangga pada produk asing padahal sangat berefek pada inflasi,” ujar sang orator.

Koordinator Lapangan, Hadiansyah menyampaikan, masyarakat saat ini merasakan dampak dari melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Harga barang, katanya, mulai naik. “Contohnya di daerah barat selatan Aceh, beberapa bahan baku sudah naik 2.000 rupiah,” katanya.

Ditambahkan, masyarakat merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Masyarakat yang selama ini merasa tak mampu akan menambah susah jika merangkaknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Jangan sampai dolar membuat rupiah makin lemah. Kami berharap menteri keuangan dan menteri terkait lain untuk mengurus nilai rupiah,” pungkasnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved