RSJ Bebaskan Enam Pasien dari Pasungan

Tim Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, Rabu (12/9), membebaskan enam pasien gangguan jiwa dari pasungan

RSJ Bebaskan Enam Pasien dari Pasungan
TIM Rumah Sakit Jiwa Aceh bersama Dinas Kesehatan Aceh Utara mengunjungi pasien gangguan jiwa di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara untuk dibawa ke Banda Aceh guna diobati 

BIREUEN - Tim Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, Rabu (12/9), membebaskan enam pasien gangguan jiwa dari pasungan dan dibawa berobat ke Banda Aceh. Kepala Humas RSJ Aceh, Azizurrahman didampingi anggota tim dr Rina Hastuti SpKJ, kepada Serambi mengatakan, penjemputan enam pasien gangguan jiwa di Bireuen itu merupakan bagian dari rencana pembebasan 82 pasien gangguan jiwa yang selama ini terpasung di seluruh Aceh.

Kunjungan ke Bireuen, sebutnya, dibagi dalam dua tim. Tim pertama terdiri dari Azizurrahman SKM MM, dr Rina Hastuti SpKJ, Ns M Yani SKep, Muslim, dan Azhari, menjemput pasien atas nama M Khadafi bin Usman (35) dan Fatimah (58), keduanya warga Desa Blang Cirih, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, dan pasien atas nama Safawan bin Ibrahim (32), warga Desa Pulo Reudeup, Kecamatan Jangka.

Sementara tim kedua yaitu dr Bashid Enri Aidya, Azhari SKM, Ilham Syahrizal AMk, Irwansyah, dan Ridwan, menjemput pasien atas nama Irwansyah (41), warga Desa Lampoeh Oe, Kecamatan Jeunieb, Zulkifly (33), warga Gampong Baro, Kecamatan Peudada, serta Mulyadi (35), warga Desa Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam.

“Dalam tim penjemputan, juga ikut dokter spesialis jiwa yang memberikan advokasi kepada dokter dan petugas kesehatan lainnya dari Dinkes Bireuen. Pasien yang dibebaskan kemudian dibawa ke RSJ Banda Aceh untuk diobati. Harapannya, setelah sembuh nanti dan dikembalikan ke keluarganya, mereka tidak dipasung lagi,” ujarnya.

Menjawab Serambi soal alasan keluarga pasien memasung mereka, Azizurrahman memaparkan, umumnya mengaku tidak sanggup menjaga, dan juga menghindari agar mereka tidak mengamuk serta sering mengganggu lingkungan sekitar. Padahal, ungkapnya, dari sisi kemanusiaan pasien gangguan jiwa sangat dilarang untuk dipasung. “Karena, mereka juga sama dengan manusia lainnya, hanya saja mereka sedang diuji oleh Allah dengan penyakitnya,” ucapnya.

Kepala Humas RSJ Aceh, AzizurrahmanAzizurrahman, RSJ Aceh telah melakukan pelepasan pasien terpasung di wilayah Nagan raya dan Aceh Utara. Dari data 82 pasien gangguan jiwa yang diserahkan ke RSJ tahun 2018, tahun ini ditargetkan bisa dibebaskan sebanyak 51 orang. Sisanya akan dibebaskan tahun depan.

Pada bagian lain, sebelum menjemput pasien gangguan jiwa, tim dari RSJ Aceh melakukan pertemuan dengan seluruh kepala puskesmas, para camat, dan tenaga medis lainnya di aula Dinkes Bireuen. Dalam pertemuan tersebut, dr Rina Hastuti SpKJ memaparkan peraturan yang menyangkut penanganan pasien gangguan jiwa serta ancaman bagi yang menganiaya mereka. Juga dipaparkan isi Undang-undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa atau disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved