Abdya Gagas e-Katalok Bibit Unggul Lokal  

Untuk tahap pertama, pemerintah Abdya siap memasarkan bibit padi unggul dan ayam KUB dalam jumlah besar.

Abdya Gagas e-Katalok Bibit Unggul Lokal  
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengagas e-katalog lokal untuk pengadaan bibit tanaman unggul yang berasal dari daerah tersebut.

Tak hanya bibit unggul, pemerintah juga ingin memasarkan berbagai jenis barang lainnya, diantaranya ayam KUB.

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim menyampaikan, e-katalok merupakan cara pemasaran produk berbasis elektronik. Abdya saat ini memiliki beberapa produk lokal yang siap dipasarkan.

Untuk tahap pertama, pemerintah Abdya siap memasarkan bibit padi unggul dan ayam KUB dalam jumlah besar.  

“Varietas padi unggul M400 di Abdya ada 1.000 ton lebih yang berlabel ungu. Selama ini kita belum mengerti bagaimana memasarkannya. Tapi melalui e-katalok ini kita sudah bisa pasarkan untuk skala nasional,” katanya kepada Serambinews.com, Jumat (14/9/2018) di Kantor Perwakilan Abdya di Banda Aceh.

Saat dijumpai, Akmal baru saja rapat mengenai e-katalok dengan anggota Komunitas Insan Pengadaan Barang/Jasa Aceh, Jimmi, staf ahli Bupati Abdya, Muslim Hasan, tokoh muda Abdya, Habiburrahman, dan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, drh Nasruddin.

Baca: IKEA Indonesia Luncurkan Katalog 2019 Berisi Produk Terbaru

Akmal menyampaikan, selama ini kemampuan penyediaan bibit unggul hanya cukup untuk lokal saja. Tetapi, sekarang, kemampuan penyediaan bibit unggul di kabupaten yang dikenal dengan Breuh Sigupai itu sudah meningkat dan bahkan mampu memasok bibit untuk seluruh Aceh.    

“Bibit di Abdya merupakan bibit unggul berlabel nasional yang berporduksi tinggi dan tahan penyakit. Makanya produksi padi di Abdya tinggi. Kita targetkan ke depan, semua bibit-bibit unggul nasional bisa dikembangkan di Abdya” ungkap mantan wartawan ini.

Akmal menyampaikan, di Aceh baru Kabupaten Abdya yang menerapkan sistem e-katalok dalam pengadaan barang dan jasa. Tujuannya agar pemasaran barang bisa dilakukan dengan cepat, ekonomis, dan tanpa banyak birokrasi. Sistem ini baru digunakan secara efektif pada 2019. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved