Banyak Jalan Kabupaten Rusak Berat

UNTUK menurunkan angka kemiskinan dari 15,50 menjadi 14 persen pada tahun depan, Pemerintah Aceh telah

Banyak Jalan Kabupaten Rusak Berat
Tgk. H. Muharuddin, S.Sos.I, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh

* Perlu Penanganan dari Provinsi

UNTUK menurunkan angka kemiskinan dari 15,50 menjadi 14 persen pada tahun depan, Pemerintah Aceh telah menyiapkan sejumlah program, di antaranya pembangunan rumah dhuafa, listrik bersubsidi, beasiswa pendidikan, JKA, dan pemberdayaan ekonomi.

Namun menurut Ketua DPRA, Tgk Muharuddin, itu saja tidak cukup. Pelaksanaan program-program menurutnya perlu diikuti dengan pembangunan dan perbaikan jalan dan jembatan, baik di kecamatan maupun di kabupaten. “Hasil kunjungan kerja kami ke Kabupaten Aceh Utara, banyak didapati ruas jalan kecamatan dan antarkabupaten yang rusak,” kata Muhar yang melakukankunker pada Jumat pekan lalu bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Ir Fajri MT dan Kepala Dinas Pengairan Aceh, Ir Mawardi.

Beberapa ruas jalan yang rusak tersebut misalnya jalan ke Kecamatan Cot Girek, Langkahan, dan Lhoksukon. Masyarakat, dikatakan Muharuddin, sangat berharap Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR mengalokasikananggaran perbaikan jalan tersebut. “Kondisinya rusak berat dan tidak beraspal, sehingga saat kemarau berdebu dan saat musim hujan sangat becek dan berlumpur,”ungkapnya.

Salah seorang warga yang berprofesi sebagai mugee (agen) ikan, Ahmadi, menuturkan jika kondisi jalan yang rusak tersebut sangatmengganggu. Apalagi dengan kondisi jalan yang buruk, kendaraannya sering mengalamibocor ban. Keluhan yang sama juga disampaikan sejumlah petani, Abdullah dan Muhammad. Mereka mengeluh, jalan yang rusak telah membuat harga komoditas menurun.Kelapa sawit misalnya, dibeli seharga Rp 500-600 per kilogram.

Komoditas lain seperti cokelat, pinang, kelapa, juga dibeli di bawah harga standar. “Pedagang pengumpul beralasanmembeli harga rendah karena kondisi jalan rusak sehingga membuat biaya transportasi menjadi mahal,” kata Abdullah. Seorang sopir truk angkutansawit, Ahmad, juga mengakui mahalnya biaya operasional melintasi jalan jalan yang rusak tersebut. Ban sering bocor, per sering patah, dan mobil mudah terbalik. Biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki mobil bisa mencapai jutaan rupiah, sementarakeuntungan yang dia dapat dari ongkos angkut komoditas tidak seberapa.

“Perinsip pedagang pengumpul, untuk mengatasi biaya akibat kerusakan seperti ban bocor, per patah dan mobil terbalik,maka harga beli komoditas sedikit diturunkan dari harga standarnya,” ungkap Ahmad. Menurut Anggota DPRK Aceh Utara, Mawardi, kerusakan jalan di Cot Girek, angkahan, Lhoksukon pedalaman, dan Panton Labu tidak bisa ditangani dengan dana APBK, sebab sejaktahun 2018 kabupaten tidak lagi enerima transfer ana otonomi husus.

“Kalau Pemerintah Aceh masih sayang dan mau membantu dan meringankan beban hidupmasyarakat, tolong diprogramkan perbaikan dan pe- ngaspalan jalan. Jangan lagi dilihat jika jalan yang rusak itu merupakan kewenangan kabupaten. Karena Kabupaten Aceh Utara, sudah tak sanggup lagi karena terbatasan anggaran,” harap Mawardi.

Harapan yang sama juga disampaikan para amat yangditemui Ketua DPRA. Informasi dari Camat Cot Girek, kerusakan jalan di kecamatannya sudah berlangsung lama. Pengusulan perbaikan pernah diajukan sekitar lima tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum direspons karena minimnya anggaran. Karena itu, para camat berharap perbaikan jalan bisa ditampung melalui APBAKepala Dinas PUPR Aceh, Ir Fajri MT mengaku prihatin.

Ia mengatakan akan membuat perencanaan tentang ruas jalan mana saja yang bisa ditangani langsung oleh provinsi dan yang bisa ditangani melalui sumber dana otsus kabupaten/kota. “Perbaikan jalan di empat kecamatan itu akan kita bagi tugas, mana yang menjadi tugasprovinsi dan mana yang kabupaten. Atau provinsi memberikan dana hibah kepada Kabupaten Aceh Utara untuk memperbaikiruas jalan tersebut,” ujar Fajri.

Diharapkan, dengan bantuan dana hibah itu, Pemkab Aceh Utara bisa secepatnya menanganiruas jalan kecamatan dan kabupaten yang kini ondisinya sudah rusak berat, termasuk jembatan yang sudah robohyang belum diperbaiki.(**)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved