Mihrab

Di Madinah, Jamaah Fokus Ibadah Arba’in

Jamaah haji Aceh sudah berada di Kota Madinah dan secara umum dalam kondisi sehat

Di Madinah, Jamaah Fokus Ibadah Arba’in
JAMAAH haji antre mulai pukul 07.40 Waktu Arab Saudi (WAS) untuk masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah, Senin (10/9). 

MADINAH - Jamaah haji Aceh sudah berada di Kota Madinah dan secara umum dalam kondisi sehat. Hanya beberapa orang yang mengalami batuk ringan. Tapi, hal tersebut tidak mengganggu kegiatan mereka terutama dalam melaksanakan berbgai ibadah. Saat ini, semua jamaah fokus melaksanakan shalat Arba’in.

Untuk diketahui, shalat Arba’in adalah melaksanakan shalat secara berjamaah 40 waktu tanpa terputus di Masjid Nabawi.

“Tapi, sesekali jamaah tetap pada tabi’at sebagian orang kita yang gemar menghabiskan riyal alias hobi belanja,” lapor wartawan Serambi, Zulkarnain Jalil, dari Kota Madinah, Arab Saudi, kemarin.

“Ada pesan implisit yang dapat dipetik dari anjuran Arba’in yaitu merupakan suatu keniscayaan kepada seluruh jamaah haji agar sekembalinya dari Tanah Suci dapat mnjaga shalat fardhu secara berjamaah dimana saja mereka berada. Bukan cuma sewaktu haji saja aktif ke masjid. Itu inti yang paling utama,” ujar Dr Gunawan Adnan MA, Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Aceh yang juga Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry di sela sela pelaksanaan shalat Arba’in di Masjid Nabawi, Madinah, Rabu (12/9).

Selain itu, menurutnya, jamaah juga mengisi waktu untuk berziarah ke beberapa tempat bersejarah. Untuk ziarah, ada jamaah mengikuti program yang diadakan Kementerian Agama dan kelompok ibadah haji (KBIH), serta ada pula yang melakukan secara mandiri.

Zulkarnain menjelaskan, saat ziarah umumnya jamaah dibawa ke lokasi dengan nilai sejarah perjuangan Nabi Muhammad dan para sahabatnya dalam mengembangkan Islam. Seperti, Masjid Kuba yang merupakan masjid pertama dibangun oleh Rasulullah SAW saat hijrah ke Madinah. Kemudian, Jabal Uhud, lokasi di mana Perang Uhud berlangsung. Jamaah juga dapat memanjat sebuah bukit kecil yang terletak di depan Jabal Uhud, tempat Nabi SAW menempatkan sekelompok pasukan pemanah selama pertempuran.

“Lalu jamaah ziarah ke Masjid Qiblatain, masjid yang terkenal dengan dua kiblat saat Nabi diperintahkan saat sedang mengerjakan shalat, untuk mengubah arah kiblat dari Al-Aqsa di Baitul Maqdis, Palestina ke Masjidil Haram di Mekkah.

Dan terakhir jamaah dibawa ke kebun kurma,” lapor Zulkarnain melalui pesan WhatsApp (WA).

Ditambahkan, tempat-tempat ziarah ke berbagai situs yang bersentuhan langsung dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat sangat sayang untuk dilewatkan. Tempat dimana Rasulullah mengembangkan dakwah Islam masih terawat dengan baik. “Di antara sejumlah lokasi ziarah, tempat yang menjadi favorit jamaah adalah Raudhah,” ujar Zulkarnain.

Raudhah yang berada dalam kompleks Masjid Nabawi adalah tempat yang berada di antara mimbar masjid dan makam Nabi Muhammad SAW. “Jamaah rela mengantre hingga berjam-jam untuk bisa masuk ke Raudhah. Sebab, Raudhah diyakini sebagai salah satu tempat maqbul doa,” katanya seraya menyatakan jamaah laki-laki dan perempuan dipisah saat masuk ke tempat tersebut.

Jamaah haji, lanjut Zulkarnain, bahkan ada yang berkali kali masuk ke Raudhah. Biasanya setelah dapat masuk sekali, jamaah ingin mencoba lagi. “Ada kenikmatan tersendiri saat ibadah di sini. Saya setelah dapat sekali, kok kepingin masuk lagi, nikmat dan khusyuknya beda,” ujar Eva Salviani (45), jamaah Aceh yang mengaku rela mengantre hingga dua jam untuk bisa masuk ke Raudhah.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved