Dishub Tertibkan Jukir Liar

Petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Banda Aceh, Kamis (13/9) sore, menertibkan tujuh juru parkir

Dishub Tertibkan Jukir Liar
PETUGAS Dishub dan Satpol PP Banda Aceh menertibkan juru parkir illegal di kawasan Seutui Banda Aceh, Kamis (13/9). 

BANDA ACEH - Petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Banda Aceh, Kamis (13/9) sore, menertibkan tujuh juru parkir liar (ilegal) yang beroperasi di sejumlah titik dalam Kota Banda Aceh. Keberadaan juru parkir liar dinilai merugikan publik dan Pemerintah Kota.

Amatan Serambi kemarin, petugas Dishub yang dibantu personel Satpol PP Banda Aceh mulai mengitari sejumlah ruas jalan Banda Aceh pukul 17.00 WIB. Mereka mulai menyisir kawasan Pango, Lambhuk, Beurawe, Simpang Lima, Seutui, hingga kawasan Punge.

Beberapa juru parkir sempat menolak saat akan dinaikkan ke truk Satpol PP oleh petugas. Namun setelah diberi pemahaman, akhirnya mereka semua diangkut ke kantor untuk diberikan pembinaan.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Banda Aceh, Aqil Perdana, kepada Serambi mengatakan, sebelumnya pihak Dishub sudah memantau keberadaan juru parkir liar di sejumlah titik. Sehingga saat memulai operasi, mereka langsung menuju ke titik yang sudah ditentukan.

Namun, katanya, tidak semua juru parkir ilegal yang sudah mereka pantau terjaring dalam operasi kemarin. Karena ada beberapa juru parkir tersebut tidak berada di lokasi.

“Mereka kita bawa ke kantor, diberi pembinaan dan diminta segera mengurus izin. Supaya mereka yang selama ini berstatus ilegal menjadi petugas parkir resmi dan menyetor kutipan parkir ke pendapatan daerah,” ujar Aqil Perdana.

Menurutnya, keberadaan juru parkir ilegal itu sangat merugikan daerah. Karena mereka mengutip retribusi parkir pada masyarakat, tapi tidak menyetornya sebagai pendapatan daerah.

Aqil memperkirakan, akibat banyaknya juru parkir liar itu, Banda Aceh kehilangan PAD hingga puluhan juta setiap bulannya di sektor tersebut. Ia juga mengimbau, supaya juru parkir liar yang selama ini beroperasi segera mengajukan berkas dan izin untuk menjadi juru parkir resmi.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Banda Aceh, Aqil Perdana, menambahkan, dari beberapa juru parkir liar yang ditertibkan kemarin, mereka mengakui sebagai perwakilan gampong. Dan dana itu diakui akan disetor ke gampong.

Sehingga Aqil mengatakan, bahwa gampong dilarang melakukan pengutipan parkir terhadap lahan publik yang ada di Gampong tersebut. Karena Dishub sudah menjadi dinas yang berwenang mengutip dan mengumpulkan retribusi parkir. “Kalau ada yang mengutip parkir, maka itu termasuk ke dalam pungli dan dapat dipidanakan,” ujarnya.

Menurutnya, semua retribusi parkir yang dikutip Dishub akan menjadi pendapatan resmi daerah. Dana dari pemerintah itu juga akan dikembalikan ke desa dalam bentuk dana desa.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved