Murid Belajar di Gudang

Pihak Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kuta Blang, Lhokseumawe bersama komite sekolah

Murid Belajar di Gudang
RUANG belajar SMP Negeri 5 Lhoksukon di Gampong Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (5/1) masih tergenang setelah diterjang banjir dua hari lalu. Ruang belajar yang berlumpur membuat aktivitas belajar belum bisa dilaksanakan. 

* Ruang Belajar Terbakar Setahun Lalu
* Di MIN Kuta Blang

LHOKSEUMAWE - Pihak Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kuta Blang, Lhokseumawe bersama komite sekolah sepakat menggunakan gudang dan ruang dewan guru untuk sebagai ruangan belajar. sebab, pasca terbakar setahun lalu, sebagian murid MIN tersebut terpaksa mengungsi belajar di SD Negeri 11 Banda Sakti.

Seperti diberitakan sebelumnya, MIN Kuta Blang, Lhokseumawe terbakar pada 20 September 2017 petang menjelang Magrib. Ekses kejadian ini, sehingga sejumlah ruang, buku pelajaran, dan dokumen penting ludes dilalap ‘si jago merah’. Untuk tetap terselenggaranya proses belajar mengajar, maka sejak saat itu sebagian besar murid harus menumpang di gedung SD Negeri 11 Banda Sakti. Karena di MIN itu sendiri, yang masih bisa digunakan untuk proses belajar mengajar hanya tiga ruang saja, yakni yang terletak di lantai satu.

Kepala MIN Kuta Blang, Husni Kasem kepada Serambi, kemarin, mengatakan, selama ini pihaknya harus menggunakan 14 ruang kelas di SD Negeri 11 Banda Sakti untuk proses belajar mengajar murid kelas satu hingga kelas lima. Sedangkan bagi murid kelas enam, mereka masih tetap belajar di tiga ruang yang tersisa.

Namun, ucapnya, karena udah satu tahun kejadian berlalu, tapi belum ada tanda-tanda kalau ruangan yang terbakar dibangun kembali, maka beberapa hari lalu timbul inisiatif para komite dan pihak sekolah untuk mengubah fungsi gudang dan ruang guru sebagai ruang belajar. “Sebab itu, bekas kursi dan bangku yang rusak saat kebakaran dulu, yang selama ini disimpan di gudang, diperbaiki langsung oleh wali murid. Begitu juga gudang dibersihkan dan dibuat secantik mungkin oleh wali murid, sehingga kini sudah menjadi ruang belajar lagi. Demikian juga ruang guru, yang kini telah menjadi ruang belajar. Sedangkan untuk guru sendiri, bergabung ke ruang tata usaha,” paparnya.

Dengan adanya penambahan dua ruang tersebut, maka kini sudah ada lima lokal yang bisa dijadikan ruang belajar. Kelima ruang itu, jelasnya, akan digunakan untuk proses belajar mengajar murid kelas enam, kelas satu, sebagian kelas empat, dan sebagian kelas lima. Mereka akan bergantian menggunakan ruang kelas tersebut pada pagi dan sore hari.

“Sedangkan untuk ruang di SD Negeri 11 Banda Sakti, dari 14 lokal yang sempat kita gunakan, sekarang ini hanya tersisa 10 lokal lagi, yakni untuk murid kelas dua, kelas tiga, sebagian kelas empat, dan sebagian kelas lima,” tandasnya.

Pada bagian lain, Kepala MIN Kuta Blang, Husni Kasem mengungkapkan, hingga sekarang ini dia belum negetahui kapan proses rehabilitasi dan rekonstruksi gedung sekolahnya yang terbakar setahun lalu itu, dimulai. Dia hanya berharap, proses rehab rekon tersebut bisa dilakukan secepatnya, agar para murid bisa kembali belajar normal seperti sediakala. “Harapan kita memang bisa segera adanya solusi, agar proses belajar mengajar di sekolah bisa maksimal kembali,” demikian Husni Kasem.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved