Pajak UMKM Dipangkas Jadi 0,5 persen, DJP Aceh Sosialisasikan ke Pelaku Usaha

Maka terhitung sejak 1 Juli resmi berlaku tarif baru yaitu sebanyak 0,5 persen dari penghasilan.

Pajak UMKM Dipangkas Jadi 0,5 persen, DJP Aceh Sosialisasikan ke Pelaku Usaha
ist
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh melakukan desiminasi atau sosialisasi mengenai pemangkasan tarif pajak penghasilan (PPh) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari 1% menjadi 0,5%. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh melakukan desiminasi atau sosialisasi mengenai pemangkasan tarif pajak penghasilan (PPh) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari 1% menjadi 0,5%.

Kegiatan itu berlangsung, Kamis (13/9/2018) di aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Aceh, Banda Aceh.

Dalam sosialisasi itu pihak DJP memaparkan mengenai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu sebagai pengganti atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013.

Baca: Aceh Bebaskan Pajak BBNKB

Kepala Kanwil DJP Aceh, Ahmad Djamhari mengatakan, dengan adanya peraturan baru tersebut maka jika selama ini pelaku UMKM dikenakan pajak 1 persen dari total penghasilan atau omset.

Maka terhitung sejak 1 Juli resmi berlaku tarif baru yaitu sebanyak 0,5 persen dari penghasilan.

Namun, kata Ahmad Djamhari, aturan tersebut hanya berlaku bagi para pelaku UMKM yang memiliki omset dalam setahun dibawah Rp 4,8 miliar.

Sedangkan jika diatas nilai tersebut, akan berlaku aturan yang lain.

Baca: Pemerintah Resmi Naikkan Pajak Impor Hingga Tiga Kali Lipat, Ini Jenis Barangnya

Ahmad Djamhari menambahkan, kegiatan sosialisasi itu untuk memberikan informasi kepada pelaku UMKM.

Serta memberi pemahaman tentang pentingnya pajak, hingga pemanfaatan dana pajak itu kepentingan masyarakat.

Diharapkan dengan kegiatan itu, semakin menumbuhkan kesadaran dari pelaku UMKM untuk melaksanakan kewajiban pajaknya.

Sehingga dapat berkontribusi untuk pendapatan dan pembangunan negara.

Semenatara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Aceh, Dr Roeslan Abdul Gani M.Pd dalam pemaparanya menyampaikan potensi usaha dan pengembangan UMKM di Aceh.

Dikatakan, Pemerintah Aceh melalui dinasnya juga sudah menyiapkan sejumlah anggaran untuk membangkitkan UMKM. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved