Wisatawan Meningkat, DPRA Minta Pemerintah Tambah Kapal Rute Singkil-Pulau Banyak

Tetapi, keindahan bahari Pulau Banyak tidak didukung oleh sarana transportasi yang memadai karena minimnya kapal penyeberangan untuk ke sana.

Wisatawan Meningkat, DPRA Minta Pemerintah Tambah Kapal Rute Singkil-Pulau Banyak
KMP Teluk Singkil, mengalami kerusakan mesin sebelah kanan, bersandar di Dermaga Barang, Pulau Sarok, Aceh Singkil, Minggu (6/8). Kapal tersebut melayani pelayaran Singkil-Pulau Banyak, Singkil-Nias dan sebaliknya 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pulau Banyak, Aceh Singkil kini telah menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tetapi, keindahan bahari Pulau Banyak tidak didukung oleh sarana transportasi yang memadai karena minimnya kapal penyeberangan untuk ke sana.

Anggota Komisi IV DPRA, Hendri Yono kepada Serambi, Kamis (13/9/2018) menyampaikan selama ini para wisatawan hanya mengandalkan kapal kayu milik masyarakat dengan daya angkut terbatas.

Sedangkan kapal motor penyeberangan (KMP) milik Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) hanya berlayar Pulau Banyak dua kali dalam sepekan. 

Baca: Alhamdulillah, SPBU Mini akan Dibangun di Pulau Banyak

Karena itu, Hendri meminta pemerintah Aceh untuk menambah kapal cepat dan jadwal penyeberangan rute Singkil-Pulau Banyak dan sebaliknya.

Hendri menyampaikan, berdasarkan laporan masyarakat Singkil dan Pulau Banyak, saat ini kunjungan turis mancanegara dan domestik ke Pulau Banyak meningkat.

"Ini merupakan kabar baik untuk dunia wisata di Aceh. Pemerintah Aceh maupun pemerintah Aceh Singkil harus memprioritaskan tambahan alat transportasi penyeberangan ke Pulau Banyak, toh hasilnya juga untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)  dan peningkatan perekonomian warga setempat," ujar anggota DPRA dari daerah pemilihan (dapil) 9 ini.

Hendri menyatakan, kurangnya armada laut membuat banyak wisatawan merasa kecewa karena susah mencari transportasi untuk menyeberang ke Pulau Banyak.

Baca: Masih Misterius, Asal dan Pemilik Kapal Ponton yang Ditemukan tanpa Awak di Pulau Banyak

“Mereka harus menunggu kapal pada hari tertentu, itupun kapal yang digunakan merupakan kapal kayu milik nelayan setempat dengan fasilitas seadanya,” ujarnya.

Selain masalah transportasi, lanjutnya, pemerintah Aceh juga harus meningkatkan sarana dan prasarana penginapan serta mushalla di Pulau Banyak.

Selama ini pengunjung terus meningkat apalagi hari libur, sementara tempat penginapan masih terbatas. Hendri berharap, persoalan tersebut bisa direspon cepat oleh pemerintah.

"Ini harus menjadi masukan bagi pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten setempat, agar tahun depan bisa terealisasi. Jangan lewatkan kesempatan terbaik ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Aceh Singkil. Pemerintah harus memberikan pembinaan kepada masyarakat setempat agar bisa mengembangkan ekonomi di sana,” pungkasnya. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved