30 Tokoh Bahas Masa Depan Aceh

Sebuah diskusi melibatkan 30 tokoh Aceh dari berbagai kalangan digelar di Hotel Hermes Banda Aceh, Kamis (13/9) siang

30 Tokoh Bahas Masa Depan Aceh
SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Tokoh Aceh di Jakarta, Dr Adnan Ganto MBA saat berbicara dalam sebuah diskusi yang melibatkan 30 tokoh Aceh dari berbagai kalangan di Hotel Hermes Banda Aceh, Kamis (13/9/2018) siang. 

* Diperlukan Perencanaan Sinergis dan Visioner

BANDA ACEH - Sebuah diskusi melibatkan 30 tokoh Aceh dari berbagai kalangan digelar di Hotel Hermes Banda Aceh, Kamis (13/9) siang, atas prakarsa tokoh Aceh di Jakarta, Dr Adnan Ganto MBA. Diskusi itu fokus membahas tentang perencanaan pembangunan dengan tema Menata Masa Depan Aceh dengan Perencanaan yang Sinergis dan Visioner. Adnan menamakan pertemuan itu dengan Silaturahmi Tahun Baru 1440 Hijriah dan Diskusi Perencanaan Pembangunan.

Diskusi diawali dengan tausiah Tahun Baru Islam oleh Ustaz Masrul Aidi Lc, Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keueng, Aceh Besar. Sedangkan sesi diskusi dibahani oleh Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan MSi dan Dr Adnan Ganto dalam kapasitasnya sebagai Dewan Komisaris Morgan Bank.

Dalam diskusi itu tergambar dari presentasi Azhari Hasan bahwa kondisi sosial ekonomi Aceh masih memprihatinkan, ditandai dengan tingginya angka kemiskinan (15,92 persen) dan pengangguran (6,57 persen). Saat ini Aceh bahkan merupakan provinsi termiskin di Sumatera dan termiskin keenam di Indonesia. Padahal, anggaran pendapatan dan belanja tahunannya cukup besar. Semua ini mengindikasikan ada program pembangunan yang selama ini tidak tepat sasaran, tidak fokus, atau bahkan salah perencanaan sehingga terkesan Aceh dibangun tanpa frame dan outcome yang jelas.

Adnan Ganto menimpali bahwa dalam sepuluh tahun terakhir pengalamannya membantu kelancaran tugas Pemerintah Aceh ia menemukan faktor penghambat yang lumayan mengganggu, yakni masih sangat kuatnya ego pribadi di kalangan elite, ego kelompok, dan ego sektoral. Ia sarankan agar berbagai ego tersebut diperangi agar terbangun sinergi untuk membangun Aceh ke arah yang lebih baik atau Aceh hebat.

Sejalan dengan itu, Adnan bersaran, diperlukan perencanaan yang partisipatoris, seinergis, dan visioner dalam menata masa depan Aceh. Ia juga menyuarakan pentingnya semua meneladani akhlak dan moral Rasulullah SAW sebagai modal dasar pembangunan Aceh, sebagaimana juga direkomendasikan oleh Ustaz Masrul Aidi.

Bankir kelas dunia ini juga menyatakan, membangun Aceh tidak cukup hanya dilakukan pemerintah, tapi juga perlu bersinergi dengan berbagai pihak. “Masing-masing kita punya tanggung jawab moral untuk memajukan Aceh dan kekompakan serta keharmonisan di antara elitelah yang menjadi kuncinya,” kata Adnan.

Sementara itu, Azhari Hasan antara lain mengatakan perencanaan harus memiliki skala prioritas, di samping harus berbasis evidence based planning dan money follow program. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis dalam komentarnya menambahkan, selain sinergisitas, karakter juga menjadi kunci penting dalam keberhasilan pembangunan. Hadir dalam diskusi itu antara lain Ketua Senat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Said Muhammad MA, Wakil Rektor III Unsyiah, Dr Alfiansyah Julianur Bc, Dekan FEB Unsyiah Prof Dr Nasir Azis MBA, Dekan FH Unsyiah Prof Dr Ilyas, dan Dekan FISIP Unsyiah, Dr Mahdi Syahbandir Mhum.

Juga hadir Ketua Senat UIN Ar-Raniry, Prof Dr Azman Ismail MA dan sejumlah akademisi UIN Ar-Raniry, di antaranya Dr Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad MA dan Muhammad Thalal Lc MEd. Dalam diskusi yang dipandu Redpel Harian Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika itu, juga hadir Rektor Universitas Almuslim Bireuen, Dr Amiruddin Idris, Haizir Sulaiman MH dari Bank Aceh Syariah, dan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin. (dik)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved