Berduaan di Rumah Kos, Pasangan Remaja Digerebek Warga

Warga mendapati pasangan remaja masih bau kencur yang diduga berbuat mesum, di dalam sebuah kamar rumah kos itu.

Berduaan di Rumah Kos, Pasangan Remaja Digerebek Warga
Ilustrasi 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA -- Warga Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat, Sabtu (15/9/2019) pagi menggerebek rumah kos di Dusun II, Gampong Matang Seulimeng.

Warga mendapati pasangan remaja masih bau kencur yang diduga berbuat mesum, di dalam sebuah kamar rumah kos itu.

Mirisnya pelaku wanitanya masih berstatus siswi salah satu SMA di Langsa berinisial S (16), dan lelakinya sudah putus sekolah, yang keduanya warga Kota Langsa.

Baca: Heboh di Masjid Raya Baiturrahman, Pasangan yang Diduga Berbuat Mesum Tertangkap

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada Serambinews.com,, menyebutkan, laporan masyarakat di rumah kontrakan ini selama ini sering berkumpul pria dan wanita.

Diduga penjaganya sengaja membiarkan dan memberikan fasilitas atas terjadinya perbuatan mesum di sana.

Karena sudah bosan tingkah penjaga dan pendatang di rumah kos-kosan itu, kemarin sekira pukul 07.30 WIB masyarakat setempat menggerebeknya.

"Masyarakat yang melakukan penggrebekan mendapati pasangan remaja ini berduaan di dalam kamar," ujarnya.

Saat itu, timpal Ibrahim Latif, si lelaki mengenakan celana pendek dan wanitanya berseragam sekolah salah satu SLTA di Langsa dan menutupinya dengan jaket hitam.

Baca: Napi Tertangkap Mesum di Ambulans RSUD Simeulue, Begini Caranya ke Luar dari Rutan Sinabang

Bahkan diduga keduanya menginap di rumah kontrakan tersebut dan diduga telah melakukan perbuatan mesum.

Masyarakat yang marah nyaris menghakimi pasangan yang masih dibawah umur ini, namun beruntung petugas cepat tiba ke lokasi.

Saat itu juga pasangan ini termasuk penjaga rumah kos tersebut berinisial HS (53), diamankan ke markas WH di Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa, untuk proses lebih lanjut.

Kepada petugas kedua pelaku mengaku berpacaran sudah 3 bulan, dan sudah sering melakukan perbuatan ikhtilat.

(Ikhtilat yaitu berpelukan, bermesraan dan berciuman).

Sementara HS, penjaga rumah kos mengaku bersalah dan meminta maaf kepada warga. Namun masyarakat setempat tidak memaafkannya dan meminta kasus ini dilanjutkan ke proses hukum.

Bahkan masyarakat tidak mau lagi jiga penjaga rumah kos tersebut tinggal di lingkungan Dusun II, Gampong Matang Seulimeng.‎ (*)

Penulis: Zubir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved