Pengedar Ganja yang Ditangkap di Pendopo Bupati Residivis

Polres Aceh Barat masih mendalami kasus tertangkapnya S (47), tersangka pengedar narkoba jenis ganja

Pengedar Ganja yang Ditangkap di Pendopo Bupati Residivis
RADEN BOBBY ARIA PRAKASA, Kapolres Aceh Barat

MEULABOH - Polres Aceh Barat masih mendalami kasus tertangkapnya S (47), tersangka pengedar narkoba jenis ganja yang tertangkap di Pendopo Bupati Aceh Barat, di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Rabu (12/9) sore.

“Dari penyelidikan tersangka S merupakan residivis kasus ganja yang keluar dari penjara beberapa tahun lalu,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kasat Narkoba, Iptu Bukhari SH kepada Serambi, Jumat kemarin.

Menurutnya, tersangka S masih menjalani pemeriksaan untuk digali semua keterangan menyangkut kasus narkoba tersebut. Polisi juga masih memburu seorang pelaku lain yakni pria J yang diduga jaringan tersangka S.

Tanggapan bupati
Bupati Aceh Barat, H Ramli MS memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait pemberitaan penangkapan tersangka kasus narkoba di pendopo bupati yang sedang direhab. “Ini perlu saya klarifikasi mengingat marwah Aceh Barat,” kata Ramli MS dalam keterangan tertulis yang dikirim oleh Kasubag Hubungan Media Massa Humas Setdakab Aceh Barat, Julian kepada semua wartawan di Meulaboh, Jumat siang kemarin.

Dalam keterangan itu disebutkan bahwa bupati beserta pegawai telah pindah hampir 2 bulan ke Cot Pluh, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat dan pendopo saat ini kosong tidak ada pegawai maupun aktivitas kecuali pekerja rehab. “Sedangkan pengedar yang ditangkap bukan pekerja rehab pendopo. Bahkan orang tidak dikenal yang masuk ke pendopo,” tulis bupati.

Bupati Ramli mengatakan, setelah menyaksikan CCTV dapat disimpulkan bahwa tersangka datang ke pendopo menaruh barang lalu pergi ke luar pendopo dan ditangkap di luar pendopo. “Dapat disimpulkan pendopo bukan tempat transaksi narkoba dan sangat keliru yang mengatakan pendopo tempat transaksi narkoba,” tandas Ramli MS dalam pernyataannya.

Sementara itu rekanan proyek rehab pendopo, Bahyer Afrizal dalam keterangan kepada wartawan kemarin mengatakan tersangka kasus narkoba yang ditangkap polisi itu bukan pekerjanya. Bahkan dirinya mengaku tidak mengenal orang tersebut yang masuk tiba-tiba ke pendopo.

Selain rekanan, dalam pesan WA yang ditulis Putra selaku kepala tukang di pendopo menyebutkan pelaku yang ditangkap di pendopo bupati Aceh Barat bukanlah pekerja di pendopo. Yang bersangkutan hanya singgah sementara di pendopo alias tidak diundang. Dengan kata lain bukan pekerja di pendopo,” kata Putra, kemarin.

Pengakuan tersangka
Kapolres Aceh Barat melalui Kasat Narkoba Iptu Bukhari yang dikonfirmasi Serambi Jumat kemarin mengatakan pengakuan bahwa tersangka adalah pekerja yang sedang mengerjakan proyek rehab pendopo adalah pengakuan langsung dari tersangka ketika diperiksa dan penangkapan di dalam pendopo. “Tersangka mengaku sebagai pekerja di proyek itu,” katanya.

Dikatakannya, bila ada keterangan bahwa tersangka bukan pekerja proyek (rehab pendopo),itu bisa lebih berbahaya. Kenapa pendopo yang seharusnya dijaga ketat bisa masuk orang lain sehingga terjadi transaksi narkoba. “Kalau ada rekanan atau kepala tukang yang ingin klarifikasi silakan ke Polres. Kalau rekanan mengaku bukan pekerja mereka tentu kita akan mintai keterangan pihak rekanan kenapa pelaku bisa ada di dalam pendopo itu apalagi melakukan tindak kriminal sebagai tempat transaksi narkoba,” katanya.

Menurut Kasat Narkoba, penangkapan dan penggerebekan di pendopo yang dilakukan polisi sudah sesuai aturan. Bahkan ketika menangkap di dalam pendopo ikut menyertakan saksi sehingga bila ada yang komplain tentu akan diberikan penjelasan.

Seperti diberitakann, Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Barat, Rabu (12/9) sore menggerebek pendopo bupati setempat yang berlokasi di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Penggerebekan itu diduga karena selama ini pendopo digunakan sebagai tempat transaksi narkoba jenis ganja oleh pihak tertentu.

Dalam penggerebekan itu polisi berhasil menangkap seorang pria berinisial S (47) yang bekerja sebagai tukang dalam proyek rehabilitasi Pendopo Bupati Aceh Barat. Dari tangannya polisi menyita barang bukti berupa ganja kering seberat 250 gram.

Diperoleh informasi, pria S yang sudah ditetapkan sebagai tersangka merupakan warga Kompleks Perumahan CRS Blang Beurandang Meulaboh. Kompleks itu dibangun khusus untuk korban yang terdampak gempa dan tsunami Aceh tahun 2004.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved