Polisi Amankan Perambah Hutan Pinus

Satreskrim Polres Gayo Lues (Galus) bersama petugas Pengamanan Hutan (Pamhut)

Polisi Amankan Perambah Hutan Pinus
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI
View hutan pinus yang rindang.

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Gayo Lues (Galus) bersama petugas Pengamanan Hutan (Pamhut) mengamankan 4 pelaku ilegal logging, perambah hutan pinus di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Desa Pinang Rugub, kecamatan Rikit Gaib.

Petugas juga mengamankan barang bukti (BB) sebanyak 8 ton kayu pinus yang sudah diolah menjadi papan dan balok, tetapi seorang pelaku dilaporkan berhasil kabur.

Kapolres Galus AKBP Eka Surahman, melalui Kasat Reskrim Iptu Abdul Hamid, Jumat (14/9) mengatakan petugas masih berada di lokasi pegunungan kawasan HPT Rikit Gaib. Disebutkan, 8 ton pinus olahan akan diturunkan untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Iptu Abdul Hamid mengatakan, penangkapan pelaku perambahan hutan pinuas pada Rabu (12/9) siang, sekira pukul 14.00 WIB. Dikatakan, lima mesin gergaji juga diamankan dengan para tersangka. Dikatakan, pelaku yang diamankan yakni Sukino (57) asal Padang Tualang, Langkat, Sumut.

Kemudian, Supanto (42) warga Sukaramai Seruway, Aceh Tamiang, Sulaiman AR (35) dan Usuf (30) warga Sekuelen Blangjerango, Galus. Sedangkan pelaku yang melarikan diri Nurdin (42) warga Sekuelen.

“Barang bukti kayu olahan 8 ton dalam bentuk papan dan balok masih berada di lokasi yang sedang diupayakan diturunkan oleh petugas, karena saat ini cuaca tidak memungkinkan, hujan sedang turun,” sebutnya.

Kasat Reskrim mengatakan, pelaku melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

“Penangkapan pelaku oleh tim gabungan dari petugas Satreskrim bersama personel Pamhut dari KPH V yang dipimpin langsung Kasat Reskrim,” sebut Iptu Abdul Hamid yang sedang berada di lokasi bersama personel lainnya.(c40)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help