Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Beko Dibakar OTK  

“Ada indikasi terjadinya perselisihan terkait pekerjaan di gampong itu. Makanya kita masih mendalami untuk mengungkap motifnya,"

Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Beko Dibakar OTK   
ist
Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kepolisian Resor Aceh Timur telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku dan motif pembakaran alat berat jenis beko (ekskavator) yang dibakar orang yang belum teridentifikasi di Dusun Blang Jawa, Gampong Kebun Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, Kamis (13/9/2018) sekitar pukul 19.00 WIB lalu.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan kita,” ungkap Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, menjawab Serambinews.com, Sabtu (15/9).

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Erwin Satrio Wilogo mengatakan, hingga kemarin pihaknya telah memeriksa tiga saksi-saksi terkait kasus beko dibakar tersebut.

“Saksi yang kita periksa terdiri dari masyarakat dan pekerja. Motifnya belum bisa dipastikan, karena kita masih mendalaminya,” ungkap AKP Erwin Satrio Wilogo.

Baca: OTK Bakar Beko

Kasat mengatakan hasil pemeriksaan sejumlah saksi diketahui, ada indikasi terjadi perselisihan antar para pihak terkait pekerjaan proyek gampong itu (pembangunan jalan) yang didanai ADG tahun 2018.

“Ada indikasi terjadinya perselisihan terkait pekerjaan di gampong itu. Makanya kita masih mendalami untuk mengungkap motifnya,” jelas Erwin.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu unit ekskavator yang digunakan untuk membuat jalan dan bendungan air di Dusun Blang Jawa, Gampong Kebun Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, dibakar orang yang belum teridentifikasi, Kamis (13/9) sekitar pukul 19.00 WIB.

Beko untuk Normalisasi Cegah Banjir

Sementara itu Keuchik Gampong Kebun Teumpeun, Mustafa Rudin, mengatakan, beko yang dibakar orang yang belum teridentifikasi itu sudah 12 hari bekerja membersihkan parit di sisi jalan antar gampong.

Halaman
12
Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help