TNI-AL Tangkap Sabu Rp 135 M

Aparat TNI-AL menggagalkan penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia melalui perairan Seruway, Aceh Tamiang

TNI-AL Tangkap Sabu Rp 135 M
SERAMBI/RAHMAD WIGUNA
PANGKALAN Armada I, Laksamana Muda Yudo Margono, Jumat (14/9) sore, memperlihatkan sabusabu sitaan dari speedboat yang ditangkap di perairan Seruway, Aceh Tamiang. Tim intelijen sudah dikerahkan untuk mengejar dua pelaku yang kabur ke hutan bakau.SERAMBI/RAHMAD WIGUNA 

MEDAN – Aparat TNI-AL menggagalkan penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia melalui perairan Seruway, Aceh Tamiang, Kamis (13/9). Untuk sementara petugas hanya mengamankan barang bukti sabu-sabu 67,4286 kg atau senilai Rp 134,8 miliar, sedangkan dua pelaku kabur ke hutan.

Penyergapan ini dilakukan dua personel Posal Seruway terhadap speeboat di perairan Kuala Peunaga Lama, Aceh Tamiang sekira pukul 06.45 WIB. Dua hari sebelumnya Pangkalan TNI-AL (Lanal) Lhokseumawe sudah mendapat informasi tentang pergerakan speedboat bermuatan narkoba dari Malaysia yang akan melalui jalur Aceh Tamiang.

Panglima Armada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono menjelaskan, informasi ini langsung mereka sikapi dengan mengerahkan dua personel Posal Seruway untuk mengintai menggunakan perahu dengan menyamar sebagai nelayan.

Pada Kamis (13/9) sekira pukul 06.45 WIB, speedboat yang dicurigai pun muncul. Petugas langsung melakukan penghentian, pemeriksaan, dan penangkapan.

“Tapi pada tahapan penghentian ini, pelaku melarikan diri menggunakan speedboat. Petugas kita sudah melepaskan tiga kali tembakan peringatan, tapi tidak digubris,” kata Yudo di Dermaga Lantamal I Belawan, Jumat (14/9) sore.

Setelah dilakukan pengejaran, speedboat pelaku akhirnya ditemukan tanpa awak di tepi alur. Dua pelaku diyakini melarikan diri ke arah hutan bakau. Dalam pelariannya pelaku tidak sempat membawa dua tas besar yang belakangan diketahui berisi 62 bungkus sabu-sabu seberat 67,4286 kg. Sabu-sabu senilai Rp 134,8 miliar ini bersama speeboat sekarang sudah dibawa ke Mako Lantamal I Belawan.

Informasi lanjutan yang diterima Serambi menyebutkan, meski belum berhasil meringkus pelaku, namun petugas menemukan barang bukti lain berupa paspor dan KTP atas nama Muhammad Saad, alamat Dusun Syeh Hasan, Desa Mesjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang dan paspor atas nama Maman Nurmansyah. “Kita sudah mengerahkan tim intelijen untuk mengejar dua pelaku yang melarikan diri,” lanjut Yudo.

Dia menambahkan, sejak awal TNI-AL bekomitmen membantu program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba. Dalam kasus ini dia menyebut sinergitas antara aparat penegak hukum dengan masyarakat, khususnya nelayan sudah terbentuk. Harus diakui, petugas tidak bisa terus melakukan pengawasan laut Indonesia yang memiliki panjang 99.000 kilometer. Kawasan yang cukup luas ini menciptakan jalur tikus yang cukup banyak dan selalu digunakan untuk memasok barang ilegal.

“Jalur tikus ini jumlahnya mencapai belasan ribu, ini berpotensi dimanfaatkan para penyelundup untuk memasukkan narkoba ke Indonesia,” tukasnya. (mad)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help