Warga Arak Kerbau Putih

Warga Desa Sekuelen, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues (Galus) mengarak seekor kerbau berwarna putih

Warga Arak Kerbau Putih
SERAMBI/ASNAWI
PAWAI: Pawai karnaval menggunakan kuda jantan merupakan Kebudayaan Tanoh Alas seperti pemamanan, pakaian adat etnis di bumi sepakat segenap ikut meriahkan Kemerdekaan HUT ke 73 RI di Halaman Lapangan Jenderal Ahmad Yani Kutacane, Jumat (17/8). Pawai tersebut disaksikan oleh Bupati Agara, Raidin Pinim MAP dan Muspida Plus serta para lainnya. SERAMBI/ASNAWI 

* Bagian Utama Tradisi Tawar Kampung Galus

BLANGKEJEREN - Warga Desa Sekuelen, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues (Galus) mengarak seekor kerbau berwarna putih (Jeget dalam bahasa Gayo) untuk keliling kampung pada Jumat (14/9). Kemudian, disembelih dengan mata tertutup untuk dibagi kepada masyarakat.

Tradisi yang sudah turun-temurun dalam melakukan adat tepung tawar kampung (peusijuk) itu dilaksanakan setiap 20 tahun sekali. Budaya itu yang juga bagian dari kearifan lokal tetap dilaksanakan di sejumlah desa lainnya, sehingga kebersamaan warga desa tetap terjaga dengan baik.

Kegiatan itu turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Galus, termasuk Ketua DPRK Galus, dimana ikut dimeriahkan dengan tari Saman dan Bines, selain shalawat dan doa bersama. Penghulu Desa Sekuelen, Karim Ali mengatakan tradisi dan budaya tawar kampung ini berlangsung selama dua hari yang juga diisi dengan musyawarah kampung (Musrenbang).

“Tawar kampung ditandai dengan mengarak satu ekor kerbau putih dengan mata tertutup ke sekeliling kampung yang ditarik oleh beberapa orang dan diikuti warga beramai-ramai sebelum disembelih dimana dagingnya dibagikan kepada warga,” sebutnya.

Dikatakan, tawar kampung merupakan tawar penyejuk kampung dalam artian sebagai bentuk rasa syukur, selain terhindar dari segala musibah dan bencana serta dimudahkan rezeki oleh Allah. Bahkan melalui momen itu dapat menciptakan kekompakan di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya, Desa Ulun Tanoh, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues (Galus) menggelar Tawar Kampung atau juga disebut peusijuk di wilayah pesisir. Tradisi di negeri yang berjulukan ‘Seribu Bukit’ itu terakhir kali dilaksanakan 22 tahun lalu dan direncanakan akan digelar lima tahun sekali.

Setelah dilakukan tawar kampung yang dihadiri Wakil Bupati (wabup) Said Sani, maka warga beramai-ramai ikut menyembelih satu ekor kerbau untuk dijadikan sebagai kenduri rakyat. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Ulun Tanoh juga dihadiri Ketua DPRK Galus, H Ali Husin dan anggota, Majelis Adat Aceh (MAA), Kepala BPBD Galus, Camat Kutapanjang, tokoh agama, tokoh adat dan segenap masyarakat Ulun Tanoh.

Wabup Galus, Said Sani mengatakan tawar kampung merupakan salah satu budaya dan warisan secara turun temurun dari nenek moyang (datu-red) masyarakat Gayo. Kegiatan ini untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar desa selalu dalam keadaan aman dan tenteram, serta masyarakat hidup harmonis.(c40)

tepung tawar
* Kerbau putih diarak keliling kampung
* Ditarik oleh beberapa orang
* Warga desa ikuti beramai-ramai
* Kemudian, disembelih beramai-ramai
* Dagingnya dibagikan ke warga
* Tari Saman dan Bines memeriahkan acara
* Shalawat mengiringi tradisi
* Ditutup dengan doa bersama

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help