28 Bangunan Rusak Diterjang Angin

Angin kencang disertai hujan yang terjadi di Pidie, Jumat (14/9) siang, menyapu dua kecamatan

28 Bangunan Rusak Diterjang Angin
ist
Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud ST (Kiri) bersama Sekretaris Dinas Sosial, Muhammad Haris SSTP (Dua kanan) mengunjungi secara langsung salah satu rumah yang rusak pasca insiden badai angin kencang di Kecamatan Indra Jaya Jumat (14/9/2018) di sela-sela menyalurkan bantuan masa panik. 

SIGLI - Angin kencang disertai hujan yang terjadi di Pidie, Jumat (14/9) siang, menyapu dua kecamatan dan merusak 27 rumah di wilayah itu. Rumah rusak akibat bencana angin kencang ini, 16 unit di antaranya berada di Kecamatan Indrajaya, dan di Kecamatan Peukan Baro 11 unit. Kerusakan rata-rata terjadi pada atap rumah karena terjangan angin.

Angin kencang itu juga merusak satu balai pengajian di Gampong Keureumboek, Kecamatan Peukan Baro. Dan saat ini, balai pengajian itu tidak bisa digunakan akibat kerusakan parah pada bagian atapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos, Sabtu (15/8) mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan atas kerusakan rumah dan fasilitas lainnya akibat angin kencang tersebut. “Petugas BPBD Pidie telah mendata ke lapangan, dan sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang tersapu angin kencang,” kata Apriadi.

Ia menambahkan, Pemkab Pidie akan membantu warga yang terkena musibah, dalam bentuk bantuan material seperti seng untuk rumah yang mengalami rusak pada atap. “Selain itu juga akan diberikan bantuan biaya perbaikan rumah tersebut. “Besaran bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan pada rumah tersebut,” katanya.

Penyaluran bantuan ini dilakukan segera setelah BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pidie dan Pemerintah Aceh, untuk mengharapkan dukungan bantuan kepada korban yang terkena musibah ini. “Kami berupaya bantuan itu bisa disalurkan dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Angin kencang yang terjadi di Pidie, Jumat (14/) juga hampir menewaskan Rahmad Rizki (15), warga Gampong Dayah Teubeng, Kecamatan Pidie, karena tertimpa tiang listrik yang tumbang saat ia sedang mengendarai sepeda motornya. Kini ia masih dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Di Tiro Sigli, atas luka yang cukup parah akibat benturan keras.

Ibu korban bernama Maziati (42) menceritakan, peristiwa itu terjadi saat anaknya pulang dari Bambi dan melintasi ruas jalan Krueng Seumideun, Kecamatan Peukan Baro. Saat tiba di ruas jalan Krueng Seumideun, tiba-tiba satu tiang listrik tumbang menimpa anaknya yang sedang mengendarai sepeda motor.

“Anak saya mengalami luka benturan di bagian punggung dan tersengat arus listrik. Saat ini pihak rumah sakit sedang mengambil foto rontgen dan memeriksa jantungnya untuk mengetahui seberapa parah luka bagian dalam yang dialami anak saya,” jelasnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help