Air Zamzam Masih Tetap Dilarang Masuk Koper

Petugas haji Indonesia termasuk Aceh selalu mewanti-wanti jamaah yang akan pulang ke Tanah Air

Air Zamzam Masih Tetap Dilarang Masuk Koper
PETUGAS menimbang koper jamaah haji Aceh pada lokasi penginapan di Kota Madinah, Arab Saudi, Sabtu (15/9) waktu setempat. 

MEKKAH - Petugas haji Indonesia termasuk Aceh selalu mewanti-wanti jamaah yang akan pulang ke Tanah Air agar tidak memaksakan diri untuk memasukkan air Zamzam ke dalam koper. Sebab, hal itu dilarang dan air Zamzam tersebut akan disita petugas jika terdeteksi oleh alat scanner (pemindai) khusus yang dapat mendeteksi cairan di bandara.

Wartawan Serambi, Zulkarnain Jalil, dari Kota Madinah, Arab Saudi, kemarin, melaporkan, larangan memasukkan cairan dalam jumlah besar ke dalam koper bagasi karena dianggap membahayakan penerbangan. Jika terjadi kebocoran, air tersebut bisa mengakibatkan korsleting pada sistem kelistrikan mesin pesawat.

Sejak jamaah mulai kembali ke negaranya masing-masing beberapa waktu lalu, menurut Zulkarnain, petugas Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah dan Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sudah menyita ratusan botol air Zamzam milik jamaah haji yang hendak pulang ke negaranya. Penyitaan itu dilakukan petugas karena air Zamzam yang dikemas dalam botol air mineral bekas dan dilakban dimasukkan ke dalam koper.

Apalagi, menurutnya, pihak maskapai akan membagikan air Zamzam lima liter per jamaah setibanya di debarkasi Tanah Air. “Jadi, jamaah tidak perlu khawatir tidak kebagian air Zamzam,” kata Zulkarnain mengutip petugas haji Indonesia yang bertugas di Madinah.

Dikatakan, pemeriksaan koper jamaah haji diperketat oleh petugas sejak kejadian jamaah Afrika di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah beberapa waktu lalu. Karena itu, sambung Zulkarnain, sekarang petugas haji Indonesia setiap rapat dengan jamaah selalu wanti-wanti hal tersebut.

Saat ini, lapor Zulkarnain lagi, pemondokan di Madinah kini mulai disibukkan dengan prosesi penimbangan koper jamaah haji yang akan berangkat pulang. Dijelaskan, koper jmaah haji ditimbang oleh petugas maskapai dari Garuda Indonesia dan Saudi Airlines di hotel tempat jamaah menginap.

“Berat koper jamaah maksimal 32 kilogram. Jika ada koper yang melebihi berat tersebut, pemilik diminta untuk mengurangi beberapa item barang. Yang paling krusial adalah jika jamaah kedapatan membawa air zamzam dalam koper, maka koper itu akan dibuka paksa oleh petugas,” ungkapnya via pesan WhatsApp (WA).

Namun, tambah Zulkarnain, beberapa jamaah haji tidak mengindahkan amaran tersebut. Sehingga ada penerbangan yang harus tertunda gara-gara “penyelundupan” air zamzam oleh jamaah haji. “Air zamzam sitaan yang berjumlah ratusan botol terlihat berserakan di posko pemeriksaan bandara setempat. Tapi, Alhamdulillah jamaah kloter Aceh patuh,” timpalnya.

Kabar lain yang diterimanya, sebut Zulkarnain, adalah tahun ini jamaah haji Indonesia mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi karena tertib santun. Ganjarannya mungkin ada penambahan tenda di Mina pada tahun depan untuk Indonesia.

“Makanya jangan bikin malu bangsa gara-gara zamzam,” harapnya mengutip pesan petugas haji dalam rapat kemarin di Hotel Millennium Taiba.

Baru tiba di Mekkah
Pada bagian lain, Zulkarnain Jalil melaporkan, jamaah haji Aceh Kloter 12 merupakan kloter terakhir yang meninggalkan Mekkah menuju Madinah, Minggu (16/9). Kloter terakhir ini adalah jemaah gabungan dari Bireuen, Simeulue, Aceh Utara, Aceh Besar, Pidie dan Pidie Jaya bersama jamaah Kloter 22 Embarkasi Medan (MES).

“Mereka akan berada di Madinah selama delapan hari untuk mengerjakan ibadah Arba’in. Sementara beberapa Kloter lain sudah mulai meninggalkan Madinah menuju Tanah Air,” pungkas Zulkarnain Jalil.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved