DPO Kasus Sabu Tewas Ditembak

Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Utara meringkus Johansyah (32), warga Desa Blang Bitra

DPO Kasus Sabu Tewas Ditembak
Personel Polres Aceh Utara menurunkan jenazah Johansyah ke Kamar Mayar RSUD Cut Meutia Aceh Utara, Sabtu (15/9).SERAMBI/JAFARUDDIN 

* AK-56 dan Amunisi Disita

LHOKSUKON - Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Utara meringkus Johansyah (32), warga Desa Blang Bitra, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur di sebuah swalayan kawasan Medan Denai, Sabtu (15/9) dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Namun, sekitar pukul 11.00 WIB kemarin, Johansyah yang masuk DPO kasus kepemilikan senpi ilegal dan narkoba tersebut terpaksa didor oleh polisi--akhirnya meninggal--karena berusaha kabur saat pencarian dua senpi di rumah orang tuanya di Blang Bitra.

Johansyah masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Aceh Utara dan Aceh Timur terkait kasus kepemilikan senpi ilegal dan kasus narkoba. Dia ditangkap pada Sabtu dini hari saat berbelanja dengan seorang wanita di sebuah swalayan kawasan Medan Denai.

Operasi penangkapan dipimpin Kasubdit Kejahatan Kekerasan (Jatanras) Kompol Suwalto. Tim berhasil mengamankan satu senpi laras panjang AK-56 bersama satu magasin, 12 butir amunisi, sebilau pisau, dan satu unit mobil Honda Jazz.

Seperti diketahui, pada 19 Agustus 2018, personel gabungan Polres Aceh Utara terlibat kontak tembak sekitar 15 menit di kawasan Desa Blang Bitra, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur dengan Johansyah. Waktu itu Johansyah berhasil kabur bersama dua senpi jenis laras panjang dan pendek.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Refki Kholiddiansyah kepada Serambi kemarin menyebutkan, petugas mendapat informasi Johansyah berada di kawasan Medan sehingga langsung menuju ke sana. Polisi mendapati Johansyah bersama seorang wanita sedang berbelanja di sebuah swalayan kawasan Medan Denai.

Di dalam mobil Honda Jazz yang digunakan Johansyah, polisi juga mendapati seorang wanita lain. Dua wanita tersebut mengaku bukan istrinya Johansyah. “Karena dia memiliki dua senpi dan mengaku senpi tersebut disimpan di rumahnya, maka Johansyah langsung dibawa ke Peureulak, Aceh Timur,” katanya.

Disebutkan, sesampai di rumah orang tuanya sekitar pukul 11.00 WIB, Johansyah menunjukkan lokasi penyembunyian senpi AK-56 bersama satu magasin dan 12 butir amunisi.

Petugas secepatnya mengamankan barang bukti tersebut. Pada kesempatan yang sama, Johansyah mencoba kabur dengan cara meloncat dari jendela. Petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara namun tak diindahkan.

“Karena tembakan peringatan tak diindahkan sehingga terpaksa dilepaskan tembakan terarah dan terukur untuk melumpuhkan. Sehingga Johansyah kembali berhasil diringkus,” kata Kasat Reskrim. Lalu pria itu dibawa ke Puskesmas Lhoksukon untuk mendapat perawatan medis.

Namun, setelah diperiksa, petugas medis menyebutkan Johansyah sudah meninggal. “Kita masih menyelidiki satu senpi lagi, karena Johansyah juga memiliki senpi laras pendek namun belum ditemukan,” katanya.

Amatan Serambi, dari Puskesmas Lhoksukon jenazah Johansyah dibawa oleh 10 personel Polres Aceh Utara bersenjata laras panjang ke Kamar Mayat RSUD Cut Meutia Aceh Utara sekira pukul 16.30 WIB. Hingga pukul 20.00 WIB tadi malam, personel Polres Aceh Utara masih berjaga-jaga di RSUD Cut Meutia menunggu pihak keluarga Johansyah.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved