Kisah Bocah Nursaka, Harus Bolak-balik Indonesia-Malaysia demi Sekolah di Tanah Air

Keberadaan dan aktivitas Nursaka pun diketahui masyarakat luas berkat video yang dibuat serta unggah Imigrasi Entikong dan viral.

Kisah Bocah Nursaka, Harus Bolak-balik Indonesia-Malaysia demi Sekolah di Tanah Air
Nursaka menunjukkan buku Pas Lintas Batas (PLB) usai melintas di PLBN Entikong saat hendak menuju sekolahnya, Kamis (13/9/2018)... (yohanes kurnia irawan) 

SERAMBINEWS.COM, ENTIKONG – Bagi para petugas Imigrasi yang bertugas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Nursaka sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

Keberadaan dan aktivitas Nursaka pun diketahui masyarakat luas berkat video yang dibuat serta unggah Imigrasi Entikong dan viral.

Video tersebut diunggah pada 7 September 2018 dan menuai reaksi positif dari warganet maupun masyarakat Indonesia.

Kepala Sub Seksi Informasi Kantor Imigrasi Entikong, Judi Susilo mengungkapkan, ide pembuatan video ini berawal dari rasa semangat nasionalisme Nursaka yang tinggal di Tebedu, Sarawak, Malaysia dan memilih untuk bolak-balik ke perlintasan batas negara untuk bersekolah di Entikong.

Judi mengatakan, meski baru berusia 8 tahun, Saka terdaftar sebagai pelintas batas resmi.

Saka memiliki dua dokumen keimigrasian, yaitu buku paspor internasional dengan sampul berwarna hijau dan buku Pas Lintas Batas (PLB) bersampul warna merah milik ibunya yang memuat foto tiga anaknya termasuk Saka sebagai tanggungan.

S
Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia. Setiap hari, dia harus terus membawa pas batas negara dan melintasi Imigrasi.(KOMPAS.com/Yohanes Kurnia Irawan)

Khusus PLB, dokumen tersebut hanya bisa dimiliki oleh warga yang tinggal di perbatasan yang sudah ditentukan sesuai kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Malaysia melalui kebijakan Sosek Malindo.

Salah satu kebijakan tersebut adalah kemudahan melintas bagi warga yang memegang kartu namun dibatasi jarak tertentu sesuai dengan aturan dan kebijakan masing-masing negara.

“Awalnya dalam video itu, kami mau menyampaikan pesan melalui anak ini bahwa anak ini (Nursaka) paham aturan dan membawa dokumen resmi untuk melintasi perbatasan,” ungkap Judi saat ditemui Kompas.com di PLBN Entikong, Kamis (13/9/2018).

“Anak ini memiliki semangat kuat untuk sekolah, meski harus bolak-balik setiap hari melintasi dua negara,” tambahnya.

S
Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia.(KOMPAS.com/Yohanes Kurnia Irawan)

Baca: Debby Nasution Meninggal Dunia, Kisah Perjalanan Hidup Sang Rocker yang Hijrah Jadi Ustaz

Baca: Anggota Marinir Dikabarkan Meninggal Gantung Diri, Keluarga Temukan Sejumlah Kejanggalan

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help