Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen Terbaik di Lomba Parade Musik Nusantara 2018

Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen mendapatkan tiga penghargaan sebagai penyaji unggulan terbaik di ajang Lomba Parade Musik Nusantara 2018.

Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen Terbaik di Lomba Parade Musik Nusantara 2018
IST
Sanggar Meuligoe Jeumpa, Bireuen, mendapatkan tiga penghargaan sebagai penyaji unggulan terbaik di ajang Lomba Parade Musik Nusantara 2018, Jumat (14/9/2018), di gedung Sasono Langen Budoyo, TMII Jakarta. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen mendapatkan tiga penghargaan sebagai penyaji unggulan terbaik di ajang Lomba Parade Musik Nusantara 2018, Jumat (14/9/2018), di gedung Sasono Langen Budoyo, TMII Jakarta.

Lomba Parade Musik Nusantara merupakan event tahunan yang dilaksanakan Lembaga Pelestarian Budaya Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Ajang itu diikuti oleh seniman musik tradisi dan garapan terbaik yang mewakili 34 Provinsi di Indonesia.

Seorang Jamaah Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Madinah, Sehari Menjelang Pulang ke Aceh

Evan Renaldy dari Sanggar Meuligoe Jeumpa mengatakan, sanggarnya mendapatkan kesempatan sebagai wakil Aceh di ajang tahunan itu.

Musik garapan yang mereka bawa mendapat respons dari juri dan diberikan sejumlah masukan.

Ia menjelaskan, tampil ke ajang mereka membawakan etnik nuansa Dataran Tinggi Gayo dan Aceh berjudul "Morom Meusajan" yang artinya berbeda suku namun bersatu.

Lembu Milik Warga Bireuen Hilang Bulan Lalu, Begini Cara Polisi Menangkap Pelakunya Dini Hari Tadi

Sanggar yang berada di bawah binaan Istri Bupati Bireuen, Fauziah Saifannur itu sudah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari.

"Sanggar kita untuk pertama kalinya mendapat kesempatan mewakili Aceh dalam acara Parade Musik Nusantara, prestasi yang kita raih ini semoga menjadi penyemangat supaya kedepan meraih prestasi dilevel berikutnya," ujar Evan.

Ia menjelaskan, sebanyak 17 seniman musik tradisi yang dibawa ke Jakarta itu menceritakan kepada dunia tentang perpaduan dua warna kebudayaan yang sangat kontras, yaitu budaya Aceh dan Gayo.(*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved