Warga Hentikan Paksa Galian C

Ratusan masyarakat Desa Kareung Atueh Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya berunjuk rasa terkait aktivitas galian C

Warga Hentikan Paksa Galian C
Satu unit alat berat jenis Beco beroperasi disalah satu lokasi galian c yang diduga illegal dan melakukan perusakan lingkungan dikawasan kecamatan Teunom, Aceh Jaya. Foto direkam Tim Terpadu Aceh Jaya, Pada, Rabu (12/9). 

* Tiga Truk dan Satu Alat Berat Dirusak Massa

CALANG - Ratusan masyarakat Desa Kareung Atueh Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya berunjuk rasa terkait aktivitas galian C yang diduga illegal di kawasan desa setempat.

Namun dalam aksi itu, massa sempat tersulut emosi sehingga spontan merusak tiga truk dan satu alat berat yang diduga milik perusahaan Wiratako yang sedang beroperasi di lokasi tambang tersebut. Informasi yang diperoleh Serambi, warga Desa Kareung Ateuh tidak terima dengan ada aktivitas galian C di daerah sengketa tapal batas tersebut.

Hingga saat ini lokasi tersebut masih dalam sengketa dan juga perusahaan galian C di wilayah tersebut tidak memiliki izin resmi. Keuchik Desa Kareung Ateuh Said Ibrahim yang dihubungi Serambi, menjelaskan peristiwa itu terjadi karena pihak perusahaan tidak mengindahkan keputusan bersama dengan Muspika Indra Jaya.

“Dulu kita sudah punya kesepakatan, jika belum ada keputusan yang jelas, maka tidak boleh ada aktivitas apapun di kawasan sengketa tersebut, namun pada hari ini (kemarin-red) perusahaan tersebut berani melanggar kesepakatan bersama,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya tidak sanggup membendung aksi ratusan masyarakat yang saat itu sudah sangat emosi hingga terjadi perusakan tiga unit mobil dum truk dan satu unit eskavator.

“Sebelumnya memang sudah tidak ada aktivitas lagi, cuma baru hari ini (kemarin)masuk kembali makanya masyarakat emosi karena belum ada keputusan masak ia memberanikan diri melanggar. Padahal pihak perusahaan harus bersabar juga, jika nanti sudah ada keputusan silahkan ambil sesuai dengan aturan. Jangan seperti sekarang yang sudah melanggar izin, pihak kepolisian juga lihat sendiri tadi posisi alat beratnya yang berada di tengah sungai,” sebutnya.

Menurut Ibrahim pihak perusahaan juga tidak mengetahui terkait kasus sengketa yang belum selesai, “Karena kata yang punya izin galian C, masalah sengketa sudah selesai makanya pihak perusahaan berani turun lagi,” tegasnya.

Sementara itu Camat Indra Jaya Nawawi menegaskan aksi perusakan alat berat perusahaan yang diduga milik Wiratako merupakan kesalahan dari pihak perusahaan. “Itu murni kesalahan dari pihak perusahaan, maka atas peristiwa ini saya lepas tanggung jawab karena pihak perusahaan tidak mengindahkan kesepakatan yang telah disepakati bersama,” sebutnya, Sabtu (15/9).

Ia menjelaskan beberapa waktu lalu, masyarakat dan perusahaan sudah membuat kesepakatan dimana perusahaan tidak boleh mengambil material di galian C sebelum selesai sengketa tapal batas antara Desa Kareung Ateuh dan Meudang Ghoen.

“Pihak perusahaan dengan warga Desa Kareung Ateuh juga telah menyepakati bahwa semua alat berat yang berada di lokasi untuk menghentikan aktivitasnya dan keluar dari lokasi sebelum tapal batas kedua desa selesai,” tambahnya.(c52)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved