Tafakur

Kemiskinan Ganda

Dan kekuasaan itu adalah amanah, dan kekuasaan tersebut pada hari kiamat menjadi kehinaan dan penyesalan

Kemiskinan Ganda

Oleh: Jarjani Usman

“Dan kekuasaan itu adalah amanah, dan kekuasaan tersebut pada hari kiamat menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkan kekuasaan tersebut dengan haknya dan melaksanakan kewajibannya pada kekuasaannya itu” (HR. Muslim).

Hidup miskin memang tak mudah. Banyak keinginan dalam hidup ini tak mampu diraih. Namun demikian, kita diharapkan untuk tidak mengalami kemiskinan ganda, seperti miskin harta, miskin ilmu, miskin pengalaman, dan miskin hati.

Bila seseorang miskin harta dan miskin hati, maka a akan melakukan segalanyuntuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan menjual (kehormatan) diri dan kejahatan lainnya juga mau dilakukan, dengan alasan terpaksa. Tentunya, yang demikian sangat dilarang, karena sekali terjerumus ke dalam dunia hitam akan kelamlah hidup ini. Akibatnya, binasalah hidup ini.

Karena itu, diri kita sendiri perlu mencari jalan keluar dengan benar-benar hidup di jalan takwa. Allah memastikan jika hambaNya benar-benar bertakwa, akan diberikan jalan keluar dari arah yang tak disangka-sangka.

Selanjutnya, para pemimpin dan wakil rakyat harus bertanggung jawab terhadap keadaan rakyatnya. Kalau tak mampu memikirkan rakyat, jangan mengajukan diri sebagai pemimpin atau wakil rakyat. Lihatlah bagaimana hebatnya janji-janji pemimpin atau wakil rakyat, yang gagah berani berjanji akan memperjuangkan nasib rakyat atau melakukan perubahan.

Memang harus diakui ada sebahagian pemimpin atau wakil rakyat yang kaya ilmu, kaya pengalaman, dan kaya hati yang telah berusaha memenuhi janjinya semampu mungkin. Namun tak sedikit pemimpin atau wakil rakyat yang miskin ilmu, miskin pengalaman dan miskin hati, yang mau peduli dan tak mampu memenuhi janjinya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved